kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sapi lokal tak penuhi kriteria industri pengolahan


Rabu, 08 Juli 2015 / 17:33 WIB


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Industri Pengolahan Daging Indonesia masih menggunakan bahan baku impor daging sapi atau eks sapi dari Australia. Kenapa tidak pilih pakai lokal?

Ishana Mahisa, Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia mengatakan, sapi-sapi lokal tidak penuhi kriteria untuk diolah dagingnya. "Untuk industri pengolahan daging perlu kadar minimal 85cl-65cl. Sapi lokal itu hanya bisa diolah 7% saja jadi bahan baku, dari total berat sapi. Berat sapi di Indonesia itu puluhan sampai ratusan kilogram, sedangkan kebutuhan industri itu ton. Mau berapa banyak sapi yang dibutuhkan?," ujar Ishana dalam konferensi pers NAMPA, Rabu (8/7).

Karena alasan tersebut, industri pengolahan daging pun akhirnya impor daging sapi dari Australia yang penuhi kriteria untuk diolah. Industri pengolahan daging juga banyak impor sapi eks Australia, digemukkan di Indonesia, lalu dipotong sesuai kebutuhan.

Selain karena persoalan kriteria, industri pengolahan daging juga mengikuti standar internasional soal tracibility atau bisa dilacaknya asalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×