kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Sebanyak 20 UKM mi ayam mitra Bogasari raih sertifikat halal


Senin, 04 November 2019 / 17:04 WIB
Sebanyak 20 UKM mi ayam mitra Bogasari raih sertifikat halal
Sertifikat diserahkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Profesor Sukoso kepada Ketua Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro, Pandiono dan 19 UKM Mie anggota paguyuban. Penyerahan disaksikan langsung Direktur Indofood dan Wakil Kepala Div


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

ONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sebanyak 20 UKM mi ayam mitra binaan Bogasari yang tergabung dalam Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro berhasil meraih Sertifikat Halal dari dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta.

Kepala Divisi Bogasari Franciscus Welirang mengatakan, ini merupakan kelompok UKM pertama yang berhasil meraih sertifikat halal yang dibantu oleh Bogasari.

Baca Juga: Produk konsumen bermerek menyumbang margin terbesar bagi Indofood (INDF)

“Ini merupakan komitmen Bogasari untuk terus mendorong tumbuh kembang UKM makanan berbasis tepung terigu. Hal ini sesuai dengan komitmen kemitraan Bogasari dengan UKM yakni Tumbuh Bersama, yang secara formal dilakukan sejak tahun 2002 melalui program Bogasari Mitra Card (BMC),” ucapny dalam siaran pers, Senin (4/11).

Pria akrab disapa Franky ini mengatakan, bisa jadi, Bogasari merupakan industri atau perusahaan pertama yang membantu pengurusan sertifikat halal UKM sebagai dukungan terhadap pertumbuhan usaha UKM dan program pemerintah tentang halal.

Ia menjelaskan, seluruh UKM Mi ayam anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro yang berhasil meraih sertifikat halal ini berlokasi usaha di sekitar DKI Jakarta. Jumlah produksi mereka beragam, mulai dari 30 sak terigu Bogasari atau 750 kilogram per bulan hingga 1200 sak atau 30 ton terigu per bulan. 

Menurut hitungannya, total pemakaian terigu 20 UKM yang mendapat sertifikat halal ini sekitar 135 ton terigu dan mampu menghasilkan sekitar 162 ton mie.

Sedangkan jumlah penjaja mi dari setiap UKM ini juga beragam, mulai dari tiga orang sampai memiliki 150 penjaja dan jumlah total penjaja keseluruh 20 UKM yang dapat sertifikat halal ini sekitar 850 orang.

Baca Juga: Penjualan hanya naik 6%, Indofood Sukses Makmur (INDF) mencatat kenaikan laba 25%

"Ini artinya para UKM sudah mampu menciptakan lapangan pekerjaan buat banyak orang. Semoga dengan diraihnya sertifikat halal ini, usaha para UKM semakin berkembang,” ucap Franky yang juga Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Proses Sertifikat

Proses pembuatan sertifikat halal para UKM yang dibantu Bogasari ini dimulai sejak bulan Maret 2019 lalu yang diawali dengan pengumpulan data dan dokumen pelengkap.

Setelah semuanya lengkap dilanjutkan dengan pelatihan sistem jaminan halal pada 8 Juli dan dilanjutkan dengan audit ke lokasi usaha di bulan yang sama.

Setelah para UKM melakukan perbaikan berdasarkan hasil temuan  para auditor dari LPPOM MUI, pada bulan September 2019 digelar rapat Komisi Fatwa MUI dan 2 Oktober sertifikat halal dikeluarkan. 

Baca Juga: Bogasari akan adakan aksi donor darah di festival mi Bogasari 2019 di Jambi

Masa berlaku sertifikat halal ini 2 tahun yakni dari 2 Oktober 2019 – 1 Oktober 202. “Total biaya pembuatan sertifikat halal 20 anggota Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro ini Rp 32,7 juta dan dibiayai sepenuhnya oleh Bogasari,” ucap Pandiono, Ketua Paguyuban Mie Tunggalrasa Garamiro.

Komitmen Bogasari membantu pengurusan sertifikat halal para UKM mitra binaan yang sudah tergabung dalam Bogasari Mitra Card (BMC) ini sebagai bentuk dukungan kepada program pemerintah tentang sertifikasi halal produk dan guna meningkatkan daya saing para UKM tidak hanya di Indonesia tapi juga di pasar luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×