kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Segmen LCGC Tertekan, Penjualan Toyota Agya dan Calya Turun pada 2025


Senin, 13 Oktober 2025 / 19:37 WIB
Diperbarui Senin, 13 Oktober 2025 / 19:39 WIB
Segmen LCGC Tertekan, Penjualan Toyota Agya dan Calya Turun pada 2025
ILUSTRASI. Segmen Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) tengah menghadapi tekanan . ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/17


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Segmen Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) tengah menghadapi tekanan sepanjang tahun ini seiring dengan pelemahan daya beli masyarakat dan koreksi pasar otomotif nasional.

Tren tersebut turut tercermin pada kinerja penjualan mobil LCGC Toyota yang mencatatkan penurunan hingga kuartal III-2025.

Public Relation Manager Toyota Astra Motor (TAM) Philardi Ogi mengatakan bahwa sejak awal tahun, segmen LCGC sudah mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi makro yang belum sepenuhnya pulih.

“Sejalan dengan market, segmen LCGC memang mengalami tekanan sejak awal tahun seiring dengan kondisi ekonomi makro, menurunnya daya beli masyarakat, hingga koreksi pada pasar otomotif nasional,” ujar Philardi kepada Kontan, Senin (13/10/2025).

Baca Juga: Pasar Mulai Jenuh, Penjualan LCGC Turun 47% pada September 2025

Hingga kuartal III-2025, retail sales LCGC Toyota tercatat mencapai sekitar 34.000 unit, dengan komposisi Toyota Agya sebesar 35% dan Toyota Calya sekitar 65%. Capaian ini mengalami koreksi sekitar 20% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Melihat kondisi pasar yang masih penuh tantangan, Philardi menuturkan bahwa Toyota menetapkan target penjualan LCGC hingga akhir tahun secara konservatif dan realistis. Alih-alih, perseroan fokus untuk mempertahankan pangsa pasar serta menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan.

“Penyesuaian produksi dilakukan secara terukur mengikuti perkembangan permintaan aktual, agar operasional tetap efisien tanpa mengurangi ketersediaan produk di pasar,” jelasnya.

Pun, dalam jangka panjang arah produksi Toyota tetap sejalan dengan upaya perusahaan untuk mendukung penguatan industri otomotif nasional, termasuk di segmen kendaraan hemat energi seperti LCGC.

Baca Juga: Penjualan LCGC Tertekan, Pembiayaan Multifinance Ikut Ketat

Untuk menjaga daya tarik di tengah persaingan ketat, Toyota terus meningkatkan value for money pada produk entry level dengan menonjolkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, dan biaya kepemilikan yang terjangkau.

Selain itu, TAM juga menghadirkan beragam metode pembelian, program pembiayaan, dan paket layanan purna jual (aftersales) guna mempertahankan minat konsumen di segmen ini.

Di luar itu, TAM menilai segmen LCGC tetap memegang peran penting dalam industri otomotif nasional, meski menghadapi sejumlah tantangan seperti tekanan biaya produksi, fluktuasi suku bunga, dan biaya operasional lainnya.

“Ke depan, segmen LCGC tetap berperan penting sebagai pintu masuk kepemilikan mobil bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, penting bagi kami untuk terus menyesuaikan strategi agar sejalan dengan tren dan kebutuhan masyarakat yang dinamis,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×