Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi asal Korea Selatan, PT Selatox Bio Pharma (Selatox) resmi mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Sejalan dengan pencapaian tersebut, perusahaan juga meresmikan fasilitas manufaktur biofarmasi yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.
Sertifikasi CPOB menjadi pengakuan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar yang ditetapkan BPOM. Dengan pencapaian ini, perusahaan memperkuat fondasi produksinya untuk menghasilkan produk biofarmasi estetika sekaligus mempercepat langkah menuju pusat manufaktur bertaraf global.
Chief Executive Officer Selatox Joh Young Hoon mengatakan, sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Baca Juga: Tak Lagi Jadi Pemasok, HIMKI Ingin Industri Mebel RI Kuasai Merek Global
Selain itu, pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Selatox dalam membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, hingga bisnis di ranah global.
“ Ke depan, kami juga akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional untuk tumbuh bersama dan berkontribusi terhadap kemajuan industri farmasi dan bioteknologi Indonesia,” ungkap Joh., dalam keterangan resminya, Rabu (22/7).
Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Saat ini perusahaan tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A.
Fasilitas manufaktur yang baru diresmikan tersebut dilengkapi sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses manufaktur.
Dengan sertifikasi CPOB yang telah diperoleh, fasilitas ini memiliki sistem produksi dan pengelolaan mutu yang memenuhi persyaratan Good Manufacturing Practice (GMP), mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, hingga distribusi.
Pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Korea Selatan dan Indonesia di sektor biofarmasi dan kesehatan.
Menurut pemaparannya, MFDS Korea dan BPOM Indonesia telah memperoleh pengakuan global melalui status sebagai WHO Listed Authority (WLA), yang mencerminkan keunggulan sistem regulasi kedua lembaga.
Karenanya, melalui pencapaian tersebut, Selatox menargetkan dapat mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional bisnis global.
Baca Juga: Harga Minyak Global Bergejolak, DEN: Badan Usaha Hati-hati Atur Harga BBM Non Subsidi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
