Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG mempertegas posisinya di bisnis infrastruktur strategis nasional lewat kontribusi pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Pada pembangunan kilang minyak terbesar dan termodern di Indonesia itu, Semen Indonesia memasok total 115.609 ton semen.
RDMP Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional yang dirancang untuk memodernisasi dan meningkatkan kapasitas kilang eksisting.
Proyek yang dibangun sejak 2019 ini mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penguatan rantai pasok energi.
Baca Juga: Tangkap Peluang Bisnis 2026, Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Kolaborasi Strategis
Hasilnya, kapasitas pengolahan meningkat, kualitas BBM lebih ramah lingkungan, serta membuka ruang hilirisasi industri petrokimia yang bernilai tambah tinggi.
Kilang RDMP Balikpapan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/1/2026), dan menjadi penopang penting agenda ketahanan energi nasional.
Bagi SIG, keterlibatan ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan peluang bisnis jangka panjang di segmen infrastruktur energi yang menuntut material berstandar tinggi.
Dalam proyek ini, SIG memasok semen tipe V DuPro+ HSR yang digunakan untuk upgrading kilang-kilang eksisting tahap pertama. Produk ini dirancang khusus untuk lingkungan ekstrem, dengan ketahanan tinggi terhadap asam sulfat, penetrasi klorida yang optimal, serta kuat tekan awal dan akhir yang lebih baik sehingga lebih tahan lama.
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni menegaskan keterlibatan perusahaan pada RDMP Balikpapan mencerminkan kepercayaan pasar terhadap produk SIG.
Baca Juga: Semen Indonesia (SGMR) Perkuat Pasokan Material untuk Proyek Koperasi Merah Putih
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam pembangunan ekosistem energi terintegrasi. Ini juga sejalan dengan agenda swasembada energi dan hilirisasi industri,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (24/1/2026).
Secara bisnis, proyek RDMP memperkuat portofolio SIG di sektor energi dan infrastruktur berat, yang selama ini menjadi salah satu penopang permintaan semen nasional.
DuPro+ HSR sendiri telah digunakan di berbagai proyek besar, mulai dari pembangkit listrik, dermaga, hingga jembatan strategis, menunjukkan konsistensi SIG dalam menggarap proyek bernilai tinggi dan berjangka panjang.
Dengan jaringan pabrik dan distribusi yang luas, SIG menilai dirinya memiliki keunggulan kompetitif dalam menjaga keandalan pasokan, termasuk untuk proyek-proyek besar di wilayah terpencil.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Berkelanjutan dengan Inovasi Industri Hijau
“Kontribusi kami di RDMP menunjukkan kemampuan SIG memenuhi kebutuhan proyek strategis dengan kualitas dan kontinuitas pasokan yang terjaga,” kata Vita.
Ke depan, keterlibatan SIG dalam RDMP Balikpapan menjadi sinyal kuat bahwa proyek energi nasional tetap menjadi ladang bisnis potensial bagi industri semen, terutama bagi produsen yang mampu menyediakan produk khusus berstandar tinggi dan layanan distribusi yang solid.
Selanjutnya: Sentimen Risk-On Dorong Rupiah Menguat, Ini Proyeksi Pekan Depan
Menarik Dibaca: 9 Manfaat Rutin Makan Buah Pepaya bagi Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













