kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Semester I RALS buka tiga gerai baru


Kamis, 20 Juli 2017 / 17:52 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) sepanjang semester I 2017 sudah membuka tiga gerai baru. Tiga gerai baru itu dibuka di Jabodetabek, di antaranya di Harapan Indah, Pondok Aren dan Cikupa. Harapannya pertumbuhan penjualan akan bisa digenjot RALS darisitu.

Aloysius Santosa, Hubungan Investor RALS mengatakan, tahun ini RALS akan menggelontorkan dana Rp 200 miliar untuk ekspansi gerai baru. Tahun ini RALS menargetkan membuka empat gerai baru.

"Satu lagi di Jatinegara baru akan dibuka paling cepat akhir kuartal III tahun 2017. Tiga gerai baru itu dua departement store, satu departement plus supermarket," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (20/7).

Dengan tambahan empat gerai, perusahaan ini memiliki total 116 gerai dengan proporsi paling banyak dengan format 2 in 1 yang menggabungkan supermarket dan departement store, sebagian kecil berfomat departement store.

Dirinya melihat sektor ritel terus bertumbuh tetapi memang pertumbuhannya sedikit melambat. Tahun lalu, sektor ritel mengalami pertumbuhan yang tinggi karena base pembanding di tahun 2015 rendah. 

Oleh karenanya dirinya merasa agak sulit mencapai pertumbuhan yang sama di tahun ini karena basis pembandingnya di tahun lalu cukup tinggi. "Target pertumbuhan penjualan awal 8%, memang akan ada revisi karena ketertinggalan dari target di semester I tidak mungkin terkejar di semester II," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×