kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sempat menang, Ertiga kembali disalip Xenia


Selasa, 16 April 2013 / 13:00 WIB
ILUSTRASI. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) alias IT.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Persaingan pasar mobil segmen low Multi Purpose Vehicle (MPV) kian seru saja. Setelah sempat unggul dari Xenia di Februari 2013 lalu, kali ini Suzuki Ertiga harus mengelus dada karena kalah dalam penjualan Maret 2013.

Ini terlihat dari data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) bulan Maret, di mana penjualan Suzuki Ertiga hanya berhasil meraup penjualan 3.702 unit. Nilai penjualan ini kalah telak dibandingkan Daihatsu Xenia yang berhasil mencatat penjualan sebesar 7.141 unit.

Menilik bulan Februari sebelumnya, Ertiga unggul dibandingkan Xenia dengan pencapaian sebesar 6.784 unit. Xenia pada waktu itu berada di angka 6.283 unit.  Bila diteliti, Ertiga yang meluncur ke publik April 2012 itu mengalami penurunan penjualan drastis, hingga 45,4%.

Perlu diketahui, secara total Suzuki memang mengalami penurunan penjualan. Hal ini sangat terlihat dari penjualan secara total di bulan Maret produsen asal Jepang tersebut.

Menilik data Gaikindo, di bulan Maret, pencapaian Suzuki hanya 8.399 unit atau turun 43,7% dibandingkan bulan Februari yang berhasil meraup 14.909 unit.  Penurunan penjualan Suzuki terjadi karena pabrik Suzuki sempat berhenti produksi pada pertengahan Maret.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×