kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Serap beras petani, Bulog bersaing dengan pedagang


Kamis, 19 Maret 2015 / 16:36 WIB
Serap beras petani, Bulog bersaing dengan pedagang
ILUSTRASI. Simak Tingkat Kurs Dollar-Rupiah di BCA Hari Ini Jumat, 6 Oktober 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/12/01/2022.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Badan Urusan Logistik (Bulog) harus bersaing dengan para pedagang besar dalam membeli atau menyerap gabah dan beras milik petani pada musim panen tiba. Padahal harga gabah dan beras saat ini masih di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kendati sudah meningkat di atas 10% berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang baru.

Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari S mengatakan Bulog tidak terlalu khawatir bila HPP saat ini masih di bawah harga pasar. Soalnya, selama ini Bulog juga memiliki strategi pembelian beras dan gabah dari petani. Salah satunya, Bulog melakukan pembayaran yang cepat setelah pembelian. "Jadi biasanya pada pagi hari Bulog membeli beras, maka pada sore hari kami bayar," ujar Lely, Kamis (19/3).

Lely menjelaskan, sepanjang gabah dan beras di pasar melimpah dan harganya jatuh, maka anggota Bulog di lapangan melakukan pembelian. Di sisi lain, Bulog juga melakukan pembinaan terhadap para petani, ada juga pola kemitraan dengan para penggiling, dan Bulog juga tidak mempersulit syarat administrasi kemitraan. Cukup dengan mendapatkan surat rekomendasi dari kepala dinas setempat, sudah bisa menjadi mitra Bulog.

Dengan strategi pembelian beras seperti itu, Bulog yakin bisa memenuhi target dapat menyerap gabah dan beras petani hingga2,75 ton pada tahun 2015. Bulog tidak lagi memandang rendahnya HPP yang ditentukan pemerintah menjadi halangan dalam menyerap beras petani di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×