kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Sharp kembangkan teknologi plasmacluster


Jumat, 09 September 2016 / 19:11 WIB


Reporter: Yusuf I Santoso | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Sharp mengembangkan teknologi plamacluster yang mampu mencegah penyakit tuberculosis. Bekerjasama dengan WHO Global Health Workforce Aliance National Tuiberculosis and Lung Disease, Sharp melakukan penelitian terhadap teknologi plasmacluster (100.000 ion/cm3).

Ini telah terbukti efektif dalam menurunkan risiko penurunan tuberculosis pada petugas layanan kesehatan rumah sakit dan meningkatkan pencegahan resistensi4 obat pada pasien tuberculosis untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Untuk itu, Sharp berinvestasi sebesar ¥ 388,8 miliar.  Teknologi ini masih memerlukan proses panjang, sebab butuh pengakuan dari berbagai institusi pemerintahan yang berada di setiap pasar Sharp, salah satunya Indonesia. “Tidak menuntut kemungkinan kami akan mulai memasarkan produk yang menerapkan plasmacluster (100.000 ion/cm3) di Indonesia pada satu sampai dua tahun ke depan,” Kata Fumihiro Irie Presiden Director PT Sharp Electronic’s Indonesia, kepada KONTAN, Kamis (9/9).

Sharp mengklaim pada dasarnya setiap produk penjernih udara buatannya terdapat teknologi plasmacluster, tetapi dengan kapasitas ion yang berbeda, sehingga manfaatnya pun beda. Untuk produk yang terdapat teknologi plasmacluster (100.000 ion/cm3) diaplikasikan pada produk khusus, yang sampai saat ini belum tahu penamanannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×