kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Siap-siap, harga makanan dan minuman bakal naik


Kamis, 12 Januari 2012 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Promo Transmart Carrefour weekday 1 Februari 2021 memberikan diskon untuk produk-produk kebutuhan harian. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/09/01/2015


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pembatasan BBM (bahan bakar minyak) yang akan diberlakukan 1 April mendatang mendapat respon dari pengusaha makanan dan minuman. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyatakan, pembatasan BBM berdampak pada kenaikan biaya produksi yang berujung pada kenaikan harga jual.

Sekretaris Jenderal GAPMMI, Franky Sibarani menghitung, kenaikan harga diprediksi bakal terjadi pada bulan Mei mendatang, satu bulan setelah pemberlakuan pembatasan BBM. "Kendaraan pembawa bahan baku dan distribusi makanan dan minuman harus membeli BBM non subsidi, sebab kendaraannya itu memakai mobil pelat hitam (pribadi)," kata Franky, ketika ditemui di acara Outlook Industri Makanan dan Minuman 2012 di Jakarta, Kamis(12/1).

Soal besaran kenaikan harga, Franky mengaku banyak pengusaha masih berhitung untuk menentukan besar kenaikannya. Namun yang jelas, pembatasan BBM membuat biaya produksi industri makanan dan minuman melonjak. "Sebab 30% biaya transportasi berasal dari BBM," terang Franky

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×