Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melihat peluang pertumbuhan ekspor pada 2026, seiring upaya perseroan memperluas jangkauan pasar internasional.
Direktur Utama SIDO David Hidayat mengatakan, hingga saat ini kontribusi ekspor terhadap total penjualan SIDO masih berada di kisaran 10%. Meski demikian, Sido Muncul menargetkan peningkatan kontribusi ekspor secara bertahap untuk tahun 2026.
“Saat ini ekspor berkontribusi sekitar 10% terhadap penjualan. Pada 2026, kami menargetkan peningkatan bertahap, dengan membuka pasar baru di kawasan Afrika, ASEAN, dan Timur Tengah,” ujar David, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Menurutnya, kapasitas produksi SIDO saat ini masih mencukupi untuk mendukung ekspansi penjualan di seluruh lini, termasuk untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.
Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) bidik pertumbuhan kinerja 8% pada 2026, intip strateginya
Namun, dalam jangka pendek, SIDO tetap menempatkan penguatan pasar domestik sebagai prioritas utama, seiring strategi memperluas distribusi dan menghadirkan inovasi produk baru.
“Fokus saat ini pada penguatan pasar domestik, melalui perluasan kanal distribusi dan peluncuran varian produk baru, serta ekspansi ekspor ke negara prioritas,” kata David.
Kontribusi ekspor juga menjadi salah satu katalis yang diharapkan dapat menopang target pertumbuhan kinerja SIDO pada 2026.
Adapun, untuk tahun ini, SIDO menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 8% secara tahunan (yoy). Katalis positif bisnis tahun ini meliputi inovasi produk baru, efisiensi biaya, serta kontribusi ekspor yang meningkat.
Sebagai catatan, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,72 triliun hingga kuartal III-2025. Angka ini meningkat 3,89% secara tahunan atau year on year (YoY) dari posisi Rp 2,62 triliun di periode sama tahun 2024.
Hal ini tertutama disumbang penjualan jamu herbal dan suplemen yang naik dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,60 triliun, juga makanan dan minuman dari Rp 986,04 miliar menjadi Rp 1,02 triliun.
Sejalan dengan itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga ikut naik 5,19% YoY menjadi Rp 818,54 miliar dari setahun sebelumnya Rp 778,11 miliar.
Baca Juga: Pemangkasan Produksi Bijih Nikel 2026 Bakal Tingkatkan Impor Hingga 50 Juta Ton WMT
Selanjutnya: Waskita Karya (WSKT) Garap Proyek Sekolah Rakyat di Aceh, Nilainya Rp 757,05 Miliar
Menarik Dibaca: Inspirasi Menata Garasi Rumah biar Lebih Rapi, Fungsional dan Mudah Dirawat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













