kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Sinar Mas dan First Gen Bangun Proyek Panas Bumi Senilai Rp 34 Triliun di Indonesia


Jumat, 29 Agustus 2025 / 09:34 WIB
Sinar Mas dan First Gen Bangun Proyek Panas Bumi Senilai Rp 34 Triliun di Indonesia
ILUSTRASI. Sinar Mas dan First Gen Corp. investasi besar di proyek PLTP di Indonesia 6 PLTP dengan kapasitas 440 MW dibangun dengan investasi Rp 34 triliun.


Sumber: Forbes | Editor: Noverius Laoli

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana investasi US$ 9 miliar guna melipatgandakan kapasitas energi terbarukan menjadi 13 gigawatt pada 2030.

Selain panas bumi dan gas yang menyumbang 55% kapasitas, portofolio energi First Gen juga mencakup tenaga air, surya, dan angin.

Sementara itu, keluarga Widjaja yang mengendalikan Sinar Mas tercatat memiliki kekayaan bersih US$ 18,9 miliar dan menempati peringkat keempat orang terkaya Indonesia versi Forbes pada Desember 2024. 

Baca Juga: KKKS Asing Hingga Konglomerasi Berbondong-bondong Bidik Proyek Panas Bumi

Di luar sektor energi, Sinar Mas memiliki bisnis di agribisnis, pertambangan, industri kertas, jasa keuangan, properti, dan telekomunikasi.

Adapun keluarga Lopez dari Filipina memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 285 juta dan dikenal sebagai pemilik saham pengendali ABS-CBN, mantan stasiun televisi terbesar di negara tersebut. 

Setelah izin siaran tidak diperpanjang pada 2020, ABS-CBN beralih fokus ke layanan streaming daring dan berbagi konten dengan jaringan lain.

Selanjutnya: Kinerja Saham Masih Tertatih, Indofood (INDF) Masih Direkomedasikan

Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Film Romantis di Netflix Tentang Hubungan Palsu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×