CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Sistem CEIR hampir penuh, Pengamat ICT: Lebih baik naikkan kapasitas sistem


Minggu, 04 Oktober 2020 / 20:34 WIB
Sistem CEIR hampir penuh, Pengamat ICT: Lebih baik naikkan kapasitas sistem
ILUSTRASI. Pedagang mengecek nomor indentitas asli ponsel (IMEI). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sistem Central Equipment Identity Register (CEIR) sebagai pusat pengolahan informasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) hampir penuh sehingga berdampak pada sejumlah ponsel legal tidak mendapatkan sinyal. 

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT), Heru Sutadi menjelaskan sejak awal sudah menyampaikan bahwa kebijakan IMEI ini tidak matang. 

"Namun yang terpenting kebijakan apapun yang diambil, konsumen jangan dirugikan. Termasuk pada kondisi sekarang di mana data base IMEI penuh. Jangan karena penuh, kemudian ponsel pengguna baik baru maupun lama yang dibeli jutaan rupiah kemudian diblokir. Ini tentu merugikan konsumen," jelasnya kepada Kontan.co.id, Minggu (4/10). 

Adapun saat ini Kemenperin bersama dengan Kominfo menyelesaikan persoalan ini dengan melakukan cleansing data, yakni menghapus IMEI tidak valid, sehingga hanya IMEI aktif yang berada dalam sistem.

Baca Juga: Sistem CEIR untuk IMEI hampir penuh, pemerintah lakukan cleansing data

Mengenai opsi penyelesaian ini  menurut Heru prosesnya akan lama sehingga yang mudah dilakukan adalah dengan menambah kapasitas, baru kemudian sambil jalan dilakukan cleansing data. Adapun untuk pengadaan hardware dan software CEIR tentu membutuhkan biaya, begitu juga penambahan kapasitas untuk CEIR. 

Kalau toh memang masih bermasalah, Heru menyarankan lebih baik dikembalikan ke kondisi awal di mana Ditjen Bea dan Cukai yang melakukan pengawasan dan penindakan terhadap produk ilegal yang masuk dari luar negeri. 

Kalau pun produk ilegal berhasil masuk pasar, menurut Heru pihak pemerintah bisa melakukan operasi pasar ke toko-toko termasuk lapak di e-commerce secara bersama antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kominfo. 

Selanjutnya: Kapasitas sistem CEIR hampir penuh, ratusan ponsel baru tidak dapat sinyal

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×