kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

SMCB Cetak Kinerja Positif di Tengah Tantangan Industri Semen Nasional


Jumat, 01 Mei 2026 / 19:00 WIB
SMCB Cetak Kinerja Positif di Tengah Tantangan Industri Semen Nasional
ILUSTRASI. Laba SMCB melonjak 111,3% di kuartal pertama 2026, didorong efisiensi dan ekspansi. (DOK/SMCB)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp101,89 miliar pada kuartal I-2026, naik 111,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 senilai Rp48,22 miliar.

Capaian ini diperoleh di tengah kondisi industri semen yang mulai menunjukkan geliat pemulihan. Meski tingkat utilisasi industri semen domestik masih berada di kisaran 53,9% dibandingkan total kapasitas industri yang mencapai 124 juta ton.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas di tengah dinamika industri.

“Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Rizki, dalam siaran pers, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Solusi Bangun (SMCB) Masih Cetak Laba Rp 659 Miliar Meski Industri Semen Tertekan

Pada kuartal pertama tahun 2026, Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, meningkat 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan tersebut turut mendorong pendapatan perusahaan menjadi sebesar Rp2,56 triliun, atau tumbuh 3,6% YoY. EBITDA mencapai Rp358 miliar, naik 14,3% dari tahun 2025.

Dari sisi operasi, perusahaan terus memperkuat optimalisasi produksi dan efisiensi energi, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya mendorong operasi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu dampak inisiatif tersebut adalah diterimanya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk Pabrik Lhoknga di Aceh, Pabrik Narogong di Jawa Barat, dan Pabrik Cilacap di Jawa Tengah, serta sertifikat Green Label predikat Gold yang diterima untuk Pabrik Tuban di Jawa Timur.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memproyeksikan penjualan semen di dalam negeri akan naik sekitar 1%-2% pada 2026. Kinerja positif yang dicapai Solusi Bangun Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi momentum bagi perusahaan untuk meneruskan tren pertumbuhan.

Selain optimalisasi pengelolaan pemasaran dan penjualan serta peningkatan operational excellence, Solusi Bangun Indonesia juga tengah mempersiapkan langkah ekspansi melalui ekspor dari fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur.

Dengan rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas pemuatan terintegrasi tersebut, perusahaan akan segera memulai ekspor ke pasar Amerika Serikat.

 

Peningkatan kapabilitas ini diyakini membuka akses ke pasar baru di luar permintaan domestik, sekaligus mendorong peningkatan utilisasi pabrik serta menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil.

“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilisasi, tetapi juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” pungkas Rizki.

Pada tahun 2026, perusahaan juga turut berkontribusi dalam sejumlah proyek strategis di antaranya perbaikan jalan Tol Pejagan - Pemalang menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan percepatan waktu pengerjaan hanya dalam 3 hari.

Selain itu, SMCB juga terlibat dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan sektor manufaktur regional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×