kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Smelter Vale (INCO) di Sambalagi Manfaatkan Gas Bumi untuk Tekan Emisi Karbon


Selasa, 22 November 2022 / 12:15 WIB
Smelter Vale (INCO) di Sambalagi Manfaatkan Gas Bumi untuk Tekan Emisi Karbon
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja pada fasilitas pengolahan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO).


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) semakin serius untuk meninggalkan batubara sebagai sumber energi smelternya. Hal ini tercermin dari strategi INCO yang akan memanfaatkan gas bumi di pabrik pengolahan nikel beserta fasilitas pendukunganya di Sambalagi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Sebagai informasi, proyek Blok Bahodopi ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu proyek penambangan dan pembangunan pabrik pengolahan atau smelter. Proyek Blok Bahodopi meliputi Kontrak Karya Vale Indonesia seluas 16,395 hektare di Blok 2 dan Blok 3 Bahodopi.

Nantinya, material bijih dari area penambangan di Bahodopi Blok 2 dan 3 akan diangkut menggunakan transportasi laut ke lokasi pabrik di Sambalagi.

Fasilitas pengolahan nikel di Sulawesi Tengah ini akan terdiri dari delapan lini Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan perkiraan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya.

CEO Vale Indonesia Febriany Eddy menjelaskan, Vale bersama Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co., Ltd (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co., Ltd (Xinhai) sepakat tidak menggunakan batubara.

Baca Juga: Gandeng Huayou, Proyek Smelter Vale Indonesia (INCO) Rampung Dalam 3 Tahun

Selain itu, smelter ini memiliki teknologi tanur listrik yang unik karena panas dari tungku akan digunakan kembali untuk mengeringkan bijih nikel.

“Sehingga nanti pabrik di Sambalagi ini akan menjadi yang pertama di Indonesia yang menggunakan gas dan karbon intensitas terendah kedua setelah yang di Sorowako,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (21/11).

Sebenarnya tidak hanya di Sambalagi, Febriany memaparkan, pihaknya akan menerapkan Good Mining Practice pada pembangunan smelter di Pomalaa yang menggunakan teknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mengolah bijih nikel.

"Komitmen keberlanjutan terutama rendah karbon akan dilaksanakan juga di proyek Pomalaa,” jelasnya.

Baru-baru ini, Panitia Kerja (Panja) Komisi VII DPR RI menyambangi area operasional Vale Indonesia di Pulau Sambalagi, Morowali.

Kedatangan tim Panja Komisi VII dipimpin oleh Lamhot Sinaga dan diterima jajaran manajemen Vale Indonesia, yakni Presiden Direktur  Vale, Febriany Eddy dan Wakil Presiden Direktur Vale, Adriansyah Chaniago.

Dalam kesempatan itu, Sekda Morowali Yusman Mahmud sebagai perwakilan Bupati Morowali juga ikut hadir.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×