kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Soal impor gula, industri pilih ikut Permendag


Kamis, 11 Februari 2016 / 17:00 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kisruh tata niaga impor gula semakin hangat ketika DPR resmi membentuk panitia kerja (Panja) dan telah memanggil industri yang mewakili produsen dan pengguna gula. Simpang siur data gula antara yang dimiliki pemerintah, asosiasi dan petani gula menjadi salah satu topik yang hendak digali.

Terkait hal ini, industri gula memilih mengikuti peraturan pemerintah dan enggan masuk ke dalam pusaran politik impor gula.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benny Wahyudi mengatakan terkait impor gula telah ada aturan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag) yang diterbitkan akhir tahun 2015 lalu. Di dalam Permendag Nomor 117/M-Dag/Per/2015 tentang ketentuan impor gula ditegaskan kalau impor gula itu dibatasi.

"Kami mendukung dan menuruti peraturan menteri perdagangan saja, kalau impor gula itu dibatasi," ujar Benny kepada KONTAN, Kamis (11/2).

Benny menjelaskan dalam Permendag itu sudah jelas ditegaskan kalau jumlah gula yang diimpor harus sesuai dengan kebutuhan gula dalam negeri yang ditentukan dan disepakati dalam rapat koordinasi antar kementerian. Sementara impor gula kristal putih hanya dapat dilakukan dalam rangka mengendalikan ketersediaan dan kestabilan harga gula putih.

Terkait adanya Panja DPR untuk mengevaluasi peraturan impor gula, ia enggan mengomentarinya. Benny cuma bilang, pihaknya mengikuti aturan yang sudah diputuskan oleh pemerintah soal impor gula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×