kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Soal peluang produksi komponen kendaraan listrik, ini kata BOLT dan SMSM


Senin, 10 Mei 2021 / 20:41 WIB
Soal peluang produksi komponen kendaraan listrik, ini kata BOLT dan SMSM
ILUSTRASI. Produsen-produsen komponen otomotif coba mencermati prospek kendaraan listrik nasional.

Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia memang baru seumur jagung, Namun, cepat atau lambat kendaraan listrik tentu akan meramaikan berbagai jalan raya di Indonesia. Produsen-produsen komponen otomotif pun coba mencermati prospek kendaraan listrik nasional.

Direktur PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) Anthony Wijaya mengatakan, pada saat ini belum ada kendaraan listrik yang benar-benar diproduksi di Indonesia alias memiliki tingkat komponen lokal. “Jadi, permintaan pasarnya untuk komponen mobil listrik bisa dibilang belum ada,” kata dia, Senin (10/5).

Ia mengaku, produk-produk yang dijual oleh BOLT sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan komponen mesin dari kendaraan bermotor, termasuk untuk kendaraan bermotor listrik. Namun, perusahaan ini menghasilkan produk-produk komponen yang banyak diaplikasikan pada sistem AC, pengereman, suspensi, dan sejenisnya yang tetap bisa digunakan untuk kendaraan listrik.

Hanya memang, ia belum bisa memastikan apakah BOLT akan terlibat langsung dalam produksi komponen penunjang untuk kendaraan listrik atau tidak.

Baca Juga: Persaingan bisnis transportasi makin ketat, Blue Bird terus mengembangkan teknologi

Dalam catatan Kontan.co.id, BOLT memasok komponen kendaraan ke sejumlah pabrikan, seperti PT Astra Honda Motor, PT Astra Daihatsu Motor, dan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor.

Setali tiga uang, Corporate Secretary PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima permintaan pembuatan produk komponen untuk kendaraan listrik. Maklum saja, populasi kendaraan listrik di Indonesia belum sebanyak kendaraan konvensional yang berbahan bakar fosil.

“Saat ini kami tidak hanya menyediakan komponen untuk kendaraan Internal Combustion Engine (ICE), melainkan juga Heavy Duty Application,” imbuh dia.

Ia pun berpendapat, keberadaan infrastruktur seperti charging station atau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) punya nilai urgensi yang tinggi dalam ekosistem kendaraan listrik tanah air. Jika, SPKLU sudah marak dibangun dan mudah dijangkau pelanggan, maka dengan sendirinya permintaan kendaraan listrik termasuk industri komponennya akan meningkat.

 

Selanjutnya: Kemenperin dukung keberlangsungan investasi untuk kendaraan listrik di Indonesia

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×