kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.923   53,00   0,30%
  • IDX 5.714   -106,60   -1,83%
  • KOMPAS100 739   -13,26   -1,76%
  • LQ45 563   -9,84   -1,72%
  • ISSI 198   -3,46   -1,72%
  • IDX30 320   -5,35   -1,65%
  • IDXHIDIV20 395   -6,32   -1,57%
  • IDX80 84   -1,54   -1,80%
  • IDXV30 107   -1,22   -1,13%
  • IDXQ30 103   -1,50   -1,43%

Soal Tucuxi, Dahlan membantah disebut mencuri


Selasa, 08 Januari 2013 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. Kontan - Kominfo Kilas Kementerian Online


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menolak jika dirinya disebut mencuri teknologi mobil listrik. Dia malah heran, teknologi apa yang bisa Ia curi dari mobil listrik Tucuxi bikinan Danet Suryatama tersebut.

"Dia (Danet) menuduh saya mencuri teknologi? Teknologi apa yang dicuri? Teknologi mobil listrik itu tidak menggunakan gearbox," ujar Dahlan saat jumpa pers soal kecelakaan yang dialaminya di Taman Ismail Marzuki, Selasa (8/1).

Dahlan mengatakan, dirinya melakukan pembongkaran mobil itu dengan alasan untuk mereparasi mobil listrik itu. "Ini hanya reparasi. Seperti misalkan Anda ingin membetulkan gas motor ke bengkel, apa perlu izin ke Toyota atau Honda," kata Dahlan.

Sebelumnya, Danet merasa dirugikan oleh sikap Dahlan Iskan. Dahlan dianggap telah membongkar mesin mobil tanpa sepengetahuan dirinya. Kejadiannya, salah satu anak buah Dahlan yang berinisial RE diduga telah membongkar mesin mobil listrik model Tucuxi itu tanpa sepengetahuan Danet.

Padahal, untuk bisa membongkar mobil itu, Danet menilai, Dahlan harus memperoleh izin dari penciptanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×