Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform pengiriman on-demand Lalamove menjalin kolaborasi dengan Kementerian UMKM untuk mendorong efisiensi logistik dan perluasan pasar bagi pelaku usaha di daerah.
Inisiatif ini ditandai dengan penyelenggaraan seminar bertajuk “Ekspansi & Efisiensi Bisnis Bersama Lalamove: Langkah Nyata Tumbuh dan Bangkit Bersama” di Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/1/2026).
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkenalkan solusi logistik berbasis teknologi yang memungkinkan UMKM menyesuaikan kebutuhan pengiriman dengan skala bisnis, tanpa harus berinvestasi besar pada armada sendiri.
Baca Juga: Aliansi Lingkungan Desak Proyek Waste to Energy (PSEL) Ditunda, Ini Alasannya!
Solusi yang ditawarkan mencakup pilihan armada beragam, layanan pengiriman fleksibel, serta fitur multi-stop delivery untuk menekan biaya dan waktu distribusi.
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso mengatakan, tantangan utama UMKM saat ini tidak hanya pada pemasaran, tetapi juga pada pengelolaan rantai pasok yang efisien.
“Melalui pemanfaatan teknologi dan jaringan logistik yang kami miliki, Lalamove ingin membantu UMKM fokus pada pengembangan bisnis tanpa harus terbebani oleh biaya dan pengelolaan armada logistik,” kata Andito dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, dalam proses ekspansi usaha, pelaku UMKM masih dihadapkan pada tekanan biaya operasional, keterbatasan modal, serta kapasitas logistik yang belum memadai untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Multi Medika (MMIX) Genjot Segmen Bisnis Baby Care, Target Tumbuh 11% di 2026
Di tengah dinamika kebutuhan distribusi yang semakin cepat dan variatif, pelaku usaha dituntut memiliki sistem logistik yang fleksibel dan efisien.
Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan penyedia layanan logistik berbasis teknologi, dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut secara berkelanjutan.
Sebagai pusat ekonomi regional di Pulau Sumatera, Kota Medan dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih kompetitif.
Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh ekosistem yang kuat, termasuk ketersediaan solusi logistik yang mampu menunjang rantai pasok tanpa membebani pelaku usaha dengan investasi armada.
Seminar ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai sektor UMKM, wirausaha, komunitas bisnis lokal, hingga startup binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan.
Baca Juga: Izin Usaha Pertambangan Selesai 2042, Adaro Andalan (AADI) Mulai Siapkan Strategi
Para peserta memperoleh pemahaman praktis mengenai strategi efisiensi biaya, ekspansi pasar, serta pemanfaatan solusi logistik dan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara Naslindo Sirait menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat daya saing UMKM daerah.
“Penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor agar pelaku UMKM memiliki akses terhadap solusi yang relevan, termasuk logistik dan pembiayaan,” ujarnya.
Ke depan, kolaborasi Lalamove dan Kementerian UMKM diharapkan dapat menjadi katalis penguatan ekosistem UMKM yang lebih adaptif, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Sinergi ini dinilai berpotensi membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Selanjutnya: Amartha Sebut Sudah Sediakan Asuransi Kredit Dalam Beberapa Tahun Terakhir
Menarik Dibaca: Kenyamanan Rumah Sirna? Cek Ulang Feng Shui Kamar Mandi Anda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













