CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Stanley Black & Decker latih 20 anak jalanan bikin meja


Jumat, 19 Oktober 2018 / 07:00 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan penyedia perkakas Stanley Black & Decker (SBD) mencanangkan program “Global Week of Service –Lifetime Impact” tanggal 17 – 18 Oktober 2018.  Di acara itu SBD akan mengundang anak jalanan untuk mendapatkan edukasi dan pelatihan bagaimana cara membuat produk kerajinan yang bernilai ekonomi.

Country Director Stanley Black & Decker Indonesia King Hartono Hamidjaja menjelaskan, dalam program CSR kali ini SBD ingin menekankan bahwa setiap pelatihan yang diberikan harus memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan anak-anak tersebut di masa depan.

“CSR yang dilakukan di Indonesia ini merupakan bagian dari program global SBD. Meskipun konsep setiap negara berbeda-beda, namun dalam satu tema yaitu: Global Week of Service - Lifetime Impact,” ucap King dalam keterangannya, Kamis (18/10).

Khusus di Indonesia, dijelaskan King, SBD akan memberikan “lifetime impact” ke 20 anak jalanan di Jakarta Timur. Ke 20 anak tersebut ada di usia sekolah SMP-SMA dan saat ini belajar Kejar Paket B-C di bawah binaan rumah singgah Swara Peduli di Duren Sawit. Mereka akan dilatih membuat meja.

Selama pelatihan, ke-20 anak jalanan itu akan diberi pengetahuan mengenai Safety and Basic Product Training Skill.  Untuk setiap anak SBD juga memberikan sertifikat dan satu set basic tool kit yang bisa mereka manfaatkan untuk memulai karya atau usaha kreatif mereka.

King menjelaskan, SBD Indonesia memberikan bekal bagaimana membuat produk yang bernilai ekonomi ke 20 anak jalanan tersebut agar mereka bisa menjadi wirausahawan maupun karyawan dengan kemampuan kreatif.

“Harapannya, mereka bisa hidup mandiri dan kreatif sehingga bisa menggunakan waktunya dengan hal hal yang positif. Inilah visi kegiatan “lifetime impact” kita. Dampak lain, tentu kami juga ingin mendorong agar ekonomi kreatif di Indonesia semakin berkembang,” jelas King.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×