Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan bisnis hingga penghujung 2026. Peningkatan permintaan komponen kendaraan roda empat dan produk steel wire menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan pada sisa tahun ini.
Sepanjang Januari-September 2026, penjualan suku cadang otomotif BOLT tumbuh 31,7% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 334 miliar. Sementara itu, penjualan komponen otomotif meningkat 7,14% menjadi Rp 264 miliar.
Pertumbuhan tersebut turut tercermin dalam kinerja keuangan perseroan. Garuda Metalindo membukukan pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun hingga kuartal III-2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,26 triliun.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 8,34% menjadi Rp 116,74 miliar, dari sebelumnya Rp 107,76 miliar.
Baca Juga: Jasa Marga Optimalkan Data Traffic untuk Tingkatkan Transaksi Tol
Direktur BOLT Anthony Wijaya menyatakan, tingginya volume permintaan pelanggan pada kuartal ketiga secara keseluruhan turut mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan sepanjang tahun berjalan.
“Momentum pertumbuhan semakin menguat pada kuartal III-2026 (Juli-September), dengan pendapatan tumbuh 19,3% QoQ dan laba bersih meningkat 45,6% QoQ,” ungkap Anthony, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.
Berdasarkan pencapaian tersebut, manajemen tetap optimistis target pertumbuhan pendapatan sebesar 5%-10% dan laba bersih sekitar 15% dapat tercapai hingga akhir tahun ini.
Dari sisi pasar, komponen kendaraan konvensional masih menjadi kontributor utama permintaan terhadap produk BOLT. Kendati demikian, perseroan juga terus mengembangkan produk untuk kendaraan listrik sebagai salah satu sumber pertumbuhan bisnis ke depan.
BOLT diketahui telah memiliki pengalaman memasok komponen kendaraan listrik. Salah satunya melalui penyediaan produk fasteners bagi ALVA sejak awal perusahaan tersebut berdiri.
Pengalaman tersebut membuka peluang bagi BOLT untuk ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, seiring dengan peningkatan produksi dan permintaan pasar.
Baca Juga: DHE SDA dan Tarif Ekspor Tekan Daya Saing Industri Perikanan
“Ke depan, kami akan terus membuka peluang kerja sama dengan produsen kendaraan listrik lainnya, didukung kemampuan manufaktur dan pengembangan produk yang telah dimiliki BOLT,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex), BOLT telah merealisasikan investasi sebesar Rp 33 miliar hingga saat ini. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 55% dari total anggaran capex tahun ini yang mencapai Rp 60 miliar.
Investasi tersebut dialokasikan untuk mendukung pengembangan teknologi, otomatisasi produksi, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan efisiensi penggunaan material dan energi.
Melalui berbagai investasi tersebut, manajemen berharap produktivitas perusahaan dapat meningkat, kapasitas produksi yang tersedia semakin optimal, serta daya saing biaya dapat diperkuat dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
