kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Startup unicorn Indonesia bisa belajar soal transisi kepemimpinan ke Alibaba


Selasa, 26 November 2019 / 19:53 WIB
ILUSTRASI. Startup unicorn Indonesia bisa belajar soal transisi kepemimpinan ke Alibaba. KONTAN/Muradi/2016/07/12


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Di sisi lain, kata Piter, faktor kepemimpinan selalu berperan dominan di semua organisasi khususnya di sebuah perusahaan. Pemimpin yang baik tidak saja mampu memaksimalkan semua resources organisasi, tapi juga bagaimana dia mempersiapkan sistem agar organisasi menjadi tidak bergantung kepada seorang pemimpin.

Baca Juga: Pemegang saham minoritas gugat WeWork dan mantan CEO

"Termasuk juga mempersiapkan sistem suksesi yang menjamin tidak terputusnya kepemimpinan yang baik di organisasi, seperti Alibaba," ujar Piter.

Indonesia sudah punya beberapa unicorn dan satu decacorn, didukung oleh pasar  lumayan besar, Indonesia akan mampu menciptakan raksasa-raksasa perusahaan digital. Syaratnya dukungan environment yang kondusif yang harus diciptakan oleh otoritas atau pemerintah.

"Pasar yang besar tidak akan mampu mendorong industri digital kalau tidak diikuti dengan daya beli yang cukup tinggi," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×