kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.021   -28,00   -0,16%
  • IDX 7.148   99,61   1,41%
  • KOMPAS100 986   14,63   1,51%
  • LQ45 724   8,36   1,17%
  • ISSI 255   3,86   1,54%
  • IDX30 392   3,89   1,00%
  • IDXHIDIV20 488   0,19   0,04%
  • IDX80 111   1,53   1,40%
  • IDXV30 135   0,02   0,01%
  • IDXQ30 128   1,09   0,86%

Stok beras menipis jelang panen raya


Selasa, 06 Februari 2018 / 20:20 WIB
ILUSTRASI. Pedagang beras merugi


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang panen raya, pemerintah perlu untuk memperketat penjagaan stok beras. Pasalnya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang terus menipis.

CBP yang dimiliki Bulog saat ini dikucurkan oleh pemerintah untuk menekan harga beras. "Stok Bulog saat ini terus menurun karena beras untuk operasi pasar," ujar Dwi Andreas Santosa, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Selasa (6/2).

Stok yang semakin menipis itu dinilai Dwi mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan saat ini beras yang beredar di pasar dengan operasi pasar hanya dari Bulog.

Tipisnya stok Bulog membuat operasi pasar tidak mampu menarik harga turun. Oleh karena harga saat ini masih stabil tinggi.

Panen raya yang diungkapkan terjadi di beberapa daerah pun belum berdampak pada harga. Hal itu dikarenakan panen baru sebesar 20% dari areal tanam. "Panen saat ini hanya baru 20% dari luas lahan tanam," terang Dwi.

Selain itu hasil panen pun dinilai tidak dapat langsung dilepas ke pasar. Gabah yang dipanen perlu dikeringkan terlebih dahulu dan setelah itu diproses menjadi beras.

Produksi beras yang terdapat hanya di beberapa daerah tersebut digunakan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan daerahnya. Setelah produksinya berlebih maka hasil produksi baru didistribusikan ke daerah yang mengalami defisit.

Proses distribusi pun nantinya memakan waktu. Dwi bilang dengan sistem distribusi yang ada, beras baru dapat tiba ke daerah lain dalam waktu satu bulan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×