Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) optimistis dapat meraih penjualan sebesar Rp 4,1 triliun di tengah tantangan kondisi makroekonomi dalam negeri.
Angka tersebut menunjukkan BUKK menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 4,9% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 3,94 triliun pada tahun lalu. Sementara dari sisi bottom line, perusahaan menargetkan laba bersih Rp 333 miliar sepanjang tahun ini atau naik 7,1% yoy dari Rp 310,9 miliar pada 2025.
Direktur PT Bukaka Teknik Utama, Didin Saepudin menyatakan optimisme perusahaan salah satunya didukung oleh adanya proyek pembangunan jalur transmisi listrik PLN yang telah diinformasikan akan segera memasuki tahap lelang.
Baca Juga: Kebutuhan Talenta Meningkat, Korporasi Memperluas Program Beasiswa di 2026
Selain itu, perusahaan juga tahun ini tengah berfokus pada segmen engineering, procurement, and construction (EPC) di sektor energi dan pertambangan.
"Di tahun 2025 kita sampaikan memperkuat EPC oil and gas, sampai saat ini kita juga terus berusaha mengembangkan bisnis tersebut mendukung program hilirisasi yang menjadi salah satu poin utama pemerintah," ujar Didin dalam agenda paparan publik di kantor PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Kamis (18/6/2026).
Tak hanya itu, Didin menegaskan ekspansi ke pasar internasional menjadi langkah yang ditempuh perusahaan. Salah satunya ialah menambah fasilitas produksi di India sejalan dengan peningkatan kebutuhan.
BUKK melalui entitas anak Bukaka Three D Private Limited tengah menggarap proyek passenger boarding bridge (PBB) atau garbarata sebanyak 56 unit untuk bandara yang dikelola Airport Authority of India.
"Kami memiliki produk garbarata di India hampir 20 tahun. Seiring dengan kebutuhan yang bertambah dari produk tersebut, kami memiliki local partner, ataupun memang kita memiliki fasilitas produksi di India," terangnya.
Selain India, Bukaka Teknik Utama juga mengembangkan bisnisnya di Oman. Selain mengekspor produk, perusahaan juga membangun fasilitas yang mendukung industri migas di negara tersebut, termasuk fasilitas layanan pemeliharaan.
Tahun lalu, BUKK berhasil menyelesaikan pembangunan workshop facility di Niza Industrial City, Oman yang bakal beroperasi penuh pada tahun ini.
"Kontrak yang berjalan di India on going sekarang hampir di angka US$ 67 juta. Kemudian di Oman kita kontrak sekitar US$ 15 juta," ujarnya.
Selain Oman, BUKK juga memperkuat penetrasi ke Kuwait dan Libya. Di mana, perusahaan telah memperoleh kontrak payung yang membuka peluang untuk mengikuti proyek-proyek ke depan, dengan fokus pada solusi artificial lift dan flow assurance technology.
Teranyar, peusahaan juga sedang proses tahapan akhir untuk menyuplai garbarata di Singapura. BUKK optimistis dapat kembali menembus pasar negara tetangga tersebut setelah sebelumnya telah memasok garbarata untuk Terminal 2 Bandara Changi pada awal 1990-an.
Direktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk Budi Hartono menambahkan, capital expenditure (capex) atau belanja modal yang dianggarkan perusahaan tahun ini diperkirakan sebesar kisaran Rp 1 triliun di luar modal kerja dan investasi.
Sementara itu, ia menyebut sisi biaya operasional (operational expenditure/opex) diperkirakan meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah dan gejolak ekonomi. "Kita antisipasi kenaikan opex sampai 15%-20% dari tahun sebelumnya, walaupun memang kita masih melihat kondisi tahun ini karena baru hampir satu semester berjalan," ujar Budi.
Baca Juga: Kadin Soroti Pemadaman Listrik Berulang Kali, Ungkap Dampak Bagi Industri & Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













