kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 -1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Strategi SMR Utama (SMRU) untuk tingkatkan kinerja pada 2021


Senin, 30 Agustus 2021 / 13:10 WIB
Strategi SMR Utama (SMRU) untuk tingkatkan kinerja pada 2021


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pulihnya industri batubara menjadi katalitis positif bagi PT SMR Utama Tbk (SMRU) untuk memperbaiki kinerja mereka di tahun 2021. Manajemen pun memproyeksikan kinerja di tahun ini akan mencatatkan hasil yang positif, setelah di tahun lalu sempat terkoreksi akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Perusahaan SMR Utama, Arief Novaldi, menyatakan, kondisi industri batubara yang sedang baik akan dimanfaatkan oleh SMRU untuk memacu kinerja melalui realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex). Di tahun ini perseroan mengalokasikan anggaran capex sekitar Rp 210 miliar. 

"Pendanaan capex bersumber dari dari internal perusahaan dan lembaga keuangan," kata Arief saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (30/8). 

Lebih lanjut, Arief memaparkan, realisasi dana capex hingga Agustus tahun ini baru terserap sekitar 26% dari total dana yang dianggarkan. Penggunaannya sendiri sebagian besar masih diperuntukkan peremajaan alat berat guna memaksimalkan produksi hingga penghujung tahun nanti. 

Baca Juga: Bank Capital (BACA) Punya Tagihan Rp 145,58 Miliar ke SMRU yang Terancam Delisting

"Untuk periode enam bulan tahun 2021 realisasi capex baru tercapai 11%. Namun pada periode Juli-Agustus ini ada penambahan realisasi sebesar 15%. Di mana sebahagian besar adalah peremajaan alat berat," paparnya. 

Namun demikian, keterbatasan ketersediaan lembaga keuangan dalam membiayai rencana anggaran capex, menjadi tantangan tersendiri bagi SMRU untuk merealisasikan dana capex yang telah dianggarkan sebelumnya. Tapi segala usaha pun tetap diupayakan oleh perseroan agar anggaran capex tahun ini bisa terealisasikan dengan baik.

"Kami sedang berupaya untuk terus dapat merealisasikan capex tahun 2021 ini," bebernya. 

Selain pembiayaan capex, besarnya turn over karyawan sebagai dampak dari menggeliatnya industri batubara juga jadi tantangan lain yang dihadapi SMRU. Hal tersebut merupakan satu dari beberapa faktor yang membuat produksi SMRU sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu. 

"Penurunan produksi SMRU terutama dikarenakan faktor operasional atau cuaca (La Ninda), turn over karyawan dan keterbatasan kemampuan alat berat. Perseroan berupaya merealisasikan capex dan mengatasi turn over karyawan yang tinggi," pungkasnya. 

Baca Juga: SMR Utama (SMRU) siapkan capex Rp 200 miliar, untuk apa saja?

Hingga saat ini SMRU belum merilis secara resmi kinerja keuangan semester I-2021. Namun pada kuartal I-2021, perusahaan ini berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 8,95%, dari semula Rp 113,03 miliar menjadi Rp 123,16 miliar. 

Selanjutnya: SMR Utama (SMRU) incar volume overburden removal sebesar 27 juta bcm pada tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×