CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Strategi TransTrack Pangkas Biaya Sampai 25% dan Dongkrak Utilisasi Armada hingga 40%


Kamis, 19 Februari 2026 / 21:33 WIB
Strategi TransTrack Pangkas Biaya Sampai 25% dan Dongkrak Utilisasi Armada hingga 40%
ILUSTRASI. Strategi TransTrack Pangkas Biaya Sampai 25% & Dongkrak Utilisasi Armada Hingga 40% (Dok/TransTrack)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kecepatan layanan dan transparansi informasi, isu efisiensi operasional masih menjadi tantangan di sektor logistik darat pada tahun 2026. Menjawab tantangan tersebut, TransTrack mengedepankan pendekatan operasional bisnis berbasis data.

Marketing Lead TransTrack, Terryus Wijaya mengungkapkan bahwa pertumbuhan e-commerce dan ekspansi industri manufaktur mendorong peningkatan volume pengiriman setiap tahun. Namun, peningkatan aktivitas tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh pemerataan infrastruktur dan modernisasi sistem operasional.

Menurut Terryus, masih banyak perusahaan yang mengandalkan pelaporan manual dan koordinasi berbasis komunikasi konvensional. "Masalah klasik seperti perjalanan tanpa muatan, kendaraan idle, serta konsumsi bahan bakar yang tidak terkontrol kerap tidak terdeteksi secara akurat. Tanpa data yang terukur, pemborosan sulit dihitung," kata Terryus dalam rilis yang disiarkan pada Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Didorong Investor China, Permintaan Gudang Logistik Jabodetabek Cetak Rekor Tertinggi

Sebagai strategi mengatasi persoalan tersebut, TransTrack mengusung Fleet Management System yang dirancang untuk memantau armada, pengemudi, dan pengiriman dalam satu platform terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan posisi kendaraan secara langsung, pencatatan konsumsi bahan bakar, hingga peringatan dini untuk perawatan.

"Tahun 2026 menunjukkan bahwa keunggulan logistik tidak lagi diukur dari jumlah armada, melainkan dari kemampuan mengendalikan data operasional secara real-time. Tanpa sistem digital yang mampu memantau aktivitas armada secara real-time, perusahaan akan kesulitan mengidentifikasi sumber pemborosan yang tersembunyi," kata Terryus.

Dari sisi efisiensi, implementasi platform ini diproyeksikan mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 25% serta meningkatkan utilisasi armada antara 15% hingga 40%. Selain itu, laporan otomatis juga akan membantu perusahaan memenuhi kebutuhan audit dan kepatuhan regulasi.

Baca Juga: ALI: Bisnis Logistik Berpeluang Tumbuh 6%–8% pada 2026

Di sektor angkutan industri berat, pemantauan jam mesin membantu menjadwalkan perawatan tanpa mengganggu operasional produksi. "Metrik performa seperti biaya per perjalanan, ketepatan waktu, hingga waktu tunggu bongkar muat kini menjadi dasar objektif dalam pengambilan keputusan,” imbuh Terryus.

Terryus menambahkan, sejumlah implementasi di lapangan menunjukkan dampak konkret. Dia mencontohkan perusahaan distribusi barang konsumsi yang mampu meningkatkan ketepatan waktu pengiriman melalui fitur live tracking dan pengalihan rute saat terjadi kemacetan. 

Optimalisasi berbasis informasi real-time menjadi strategi yang relevan untuk menjaga efisiensi, transparansi, dan daya saing di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. "Transformasi logistik darat Indonesia pada akhirnya bergantung pada kemampuan industri membaca dan memanfaatkan data. Tantangan biaya tinggi, kemacetan, dan kompleksitas distribusi tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah armada," tandas Terryus.

Baca Juga: Gandeng TransTRACK, Pemprov Bali Luncurkan Program Elektrifikasi Kendaraan Selaride

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×