Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) berkomitmen untuk memperkuat partisipasi dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) nasional. LABS mengusung tiga strategi untuk terlibat aktif dalam upaya tersebut.
Direktur Operasional UBC Medical Indonesia, Yudha Indrawirawan mengungkapkan bahwa Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain TB aktif, infeksi TB laten atau Latent Tuberculosis Infection (ILTB) merupakan reservoir besar yang berpotensi berkembang menjadi TB aktif.
Potensi tersebut khususnya mengintai kelompok berisiko tinggi seperti kontak serumah pasien TB, anak-anak, tenaga kesehatan, dan individu dengan kondisi imunosupresi. "Oleh karena itu, penguatan skrining dan tata laksana TB laten menjadi langkah strategis dalam memutus rantai penularan dan mempercepat eliminasi TB," kata Yudha dalam rilis yang disiarkan pada Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: UBC Medical (LABS) Salurkan Perangkat Medis GP Workstation Bantu Puskesmas di Aceh
Dalam upaya penanganan masalah kesehatan tersebut, LABS mengusung tiga strategi. Pertama, mendukung pengembangan rekomendasi awal dan peta jalan (roadmap) penguatan skrining ILTB. Kedua, mendorong kolaborasi penelitian dan implementasi pilot project skrining TB laten.
Ketiga, memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, fasilitas layanan kesehatan, serta mitra global dalam upaya eliminasi TB. "Eliminasi TB tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi multipihak yang terintegrasi, didukung oleh kebijakan yang kuat dan pemanfaatan teknologi diagnostik yang tepat, merupakan kunci mempercepat pengendalian dan eliminasi TB di Indonesia," imbuh Yudha.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, LABS turut berpartisipasi dalam Round Table Discussion – Dialog Strategis Lintas Sektor Penguatan Skrining Infeksi TB Laten di Indonesia. Forum nasional ini mempertemukan pemangku kepentingan utama, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, organisasi profesi medis (PDPI, PAPDI, IDAI, PDS PatKLIn), mitra program TB, jejaring riset, serta manajemen rumah sakit.
Baca Juga: Industri Alkes Belum Rasakan Dampak Kenaikan PMI Manufaktur
Agenda yang berlangsung di Jakarta, pada Minggu (15/2/2026) ini bertujuan mendorong penguatan agenda skrining TB laten, sebagai bagian integral dari upaya eliminasi TB nasional. Forum ini membahas berbagai isu strategis secara komprehensif, mulai dari situasi dan tantangan implementasi skrining ILTB di Indonesia, pengalaman global dan praktik baik, kebutuhan data lokal untuk mendukung kebijakan nasional, hingga peluang kolaborasi riset dan pilot project.
Menurut Yudha, partisipasi dalam forum ini menunjukkan komitmen LABS mendukung penguatan sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penyediaan solusi diagnostik yang akurat, berbasis bukti ilmiah, serta dapat diimplementasikan secara luas di berbagai setting layanan kesehatan. "Ke depan, LABS terus mendukung inisiatif strategis nasional yang berfokus pada pencegahan, deteksi dini, dan penguatan sistem layanan kesehatan guna menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan produktif," tandas Yudha.
Baca Juga: UBC Medical Gandeng Hisky Medical Distribusikan Produk Diagnosis Hati di Indonesia
Selanjutnya: Mekar Lodji Parahyangan dan BTN Gelar Akad KPR Perdana
Menarik Dibaca: Tak Ingin Bau Mulut saat Puasa? Coba 6 Tips dari Dokter Berikut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)