Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan peralatan dapur komersial menjadi salah satu perhatian pelaku industri makanan dan perhotelan seiring perkembangan sektor hospitality. Kondisi tersebut turut mendorong produsen peralatan berbasis logam untuk memetakan kebutuhan industri dan menyesuaikan kapasitas manufaktur.
PT Supra Teratai Metal (SUPRA) akan berpartisipasi dalam pameran Krista Interfood 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4-7 November 2026 di NICE PIK 2, Tangerang. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan perusahaan terhadap perkembangan kebutuhan peralatan dapur di sektor kuliner dan perhotelan.
Direktur SUPRA, Herman Utama mengatakan, perusahaan akan menggunakan agenda tersebut sebagai ruang untuk berdiskusi dengan pelaku industri mengenai kebutuhan teknis peralatan dapur komersial, terutama terkait material dan proses manufaktur.
"Kehadiran operasional kami dalam pameran Krista Interfood sepenuhnya ditujukan untuk memberikan representasi faktual mengenai utilitas manufaktur dan standar pengerjaan logam yang diterapkan di fasilitas kami," ujar Herman dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Perubahan Perilaku Konsumen Menopang Pertumbuhan Pasar Peralatan Dapur Pintar
Menurut dia, pembahasan selama pameran akan mencakup ketahanan material, prosedur manufaktur, serta kesesuaian peralatan dengan kebutuhan operasional fasilitas kuliner komersial.
SUPRA akan menampilkan sejumlah perlengkapan berbasis baja tahan karat dan aluminium antilengket. Langkah tersebut dilakukan untuk mempertemukan kebutuhan teknis pengguna peralatan dapur dengan kemampuan produksi manufaktur perusahaan.
"Kehadiran ini menyediakan ruang diskusi teknis yang transparan bersama para profesional industri, khususnya mengenai ketahanan struktural material, prosedur manufaktur, serta kesesuaian infrastruktur pengolahan logam kami dalam menangani beban kerja harian pada fasilitas kuliner komersial," kata Herman.
Dari sisi kapasitas produksi, SUPRA mengoperasikan dua fasilitas manufaktur di kawasan Tangerang. Fasilitas di Sewan memiliki luas sekitar 20.500 meter persegi, sedangkan fasilitas di Bayur memiliki luas sekitar 51.000 meter persegi.
Baca Juga: Efisiensi Energi Dapur Dinilai Jadi Kunci Tekan Pengeluaran Rumah Tangga
Perusahaan menyebut kedua fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengelolaan rata-rata sekitar 300 unit kontainer 40 kaki per tahun untuk lini baja tahan karat dan 180 unit kontainer untuk lini aluminium antilengket.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu aspek yang dipetakan perusahaan dalam melihat kebutuhan rantai pasok peralatan dapur untuk sektor hospitality. Selain kapasitas manufaktur, perusahaan juga menyoroti aspek ketersediaan produk dan kemampuan memenuhi kebutuhan peralatan dalam skala komersial.
Melalui partisipasi di Krista Interfood 2026, perusahaan akan mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan pelaku usaha kuliner dan perhotelan, termasuk spesifikasi peralatan serta kebutuhan produksi yang berkaitan dengan operasional dapur profesional.
Adapun pameran tersebut dijadwalkan mempertemukan pelaku industri makanan, minuman, perhotelan, serta penyedia berbagai solusi operasional. SUPRA akan memanfaatkan agenda tersebut untuk melakukan komunikasi langsung dengan pelaku industri terkait perkembangan kebutuhan peralatan dapur komersial.
Baca Juga: PGN (PGAS) Ekspansi CNG: Sasar Pasar Komersial, Rumah Tangga Hingga Dapur MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














