kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Syarat ketat akuisisi Merpati


Kamis, 03 September 2015 / 21:55 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Sejumlah investor telah dikabarkan telah berniat menjadi nahkoda baru maskapai Merpati Nusantara Airlines.

Meski beberapa diantaranya sudah mengajukan proposal ke Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN) tetapi rupanya keinginan itu tak semudah yang direncanakan.

Kementerian Perhubungan (Kemhub) tetap mewajibkan sang investor untuk memenuhi beberapa persyaratan.

"Salah satu syaratnya kepemilikan pesawat, minimal 5 pesawat dimiliki dan 5 pesawat dikuasai atau sewa," kata Hadi Djuaraid, Staf Khusus Bidang Keterbukaan Informasi Publik Kemhub, Kamis (4/9).

Disamping itu, kata dia calon investor Merpati Nusantara Airlines juga harus terlebih dahulu menghidupkan Air Operate Certificate (AOC) 121 yang dimilikinya untuk bisa terbang kembali. Lantaran sudah lama tidak beroperasi sejak bulan Februari lalu izin terbangnya sudah hangus.

Sebelumnya beredar kabar kalau bos Artha Graha Group Tomy Winata sempat berminat ingin mengakuisisi Merpati Nusantara Airlines.

Bahkan yang bersangkutan disebut-sebut sudah mengajukan proposal ke Kementerian BUMN.

Namun, ketika dikonfirmasi langsung ia malah menepis kabar tersebut.

“Itu tidak benar,” ucap Tommy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×