kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tahun depan, Wijaya Karya Beton (WTON) masih fokus kejar sektor infrastruktur


Selasa, 26 November 2019 / 18:37 WIB
Tahun depan, Wijaya Karya Beton (WTON) masih fokus kejar sektor infrastruktur
ILUSTRASI. Pekerja memeriksa kondisi dan menghitung jumlah beton paku bumi di Pabrik Wika Beton, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/1). PT Wijaya Karya Beton menargetkan pendapatan atau omset kontrak proyek baru di 2014 sebesar Rp3,5 triliun. Angka tersebut nai

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun depan, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) masih terus fokus di sektor infrastruktur mengingat hal itu menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan perseroan sampai Oktober 2019.

Direktur Utama WTON, Hadian Pramudita menjabarkan pihaknya akan membeli lahan seluas 10 hektar untuk membangun rumah di kawasan Tol Cipali, Kalijati. Proyek ini, lanjut Hadian, akan berkonsolidasi dengan PT Wika Gedung (WEGE).

Baca Juga: Rencana ekspansi Wijaya Karya Beton (WTON) ke luar negeri terbuka lebar

Selain itu, proyek perumahan yang diandalkan lainnya adalah pembangunan rumah di daerah Cibinong, Palu, dan Lombok.

Untuk penjualan rumah di Cibinong, saat ini WTON sudah berhasil menjual 150.000 unit sampai Oktober 2019, dan akan menambah penjualan sebanyak 50 unit sampai akhir tahun.

"Untuk pendapatan, kami menargetkan pertumbuhan tahun depan bisa meningkat minimal 20% dari tahun ini. Kami juga berencana untuk akuisisi 1 sampai 2 perusahaan tahun depan, kami pegang saham mayoritas yakni di atas 50%," terang Hadian Pramudita, Direktur Utama WTON, Selasa (26/11).

Baca Juga: Survei Koaksi: Milenial rela bayar listrik EBT lebih mahal

Namun Hadian masih menolak merinci perusahaan apa yang hendak diakuisisi. Ia berkata, prosesnya masih melalui persetujuan Dewan Komisaris dan akan dibuka awal 2020.

Menilik laporan keuangan perusahaan, sepanjang 9 bulan tahun ini WTON membukukan pertumbuhan laba bersih 8,4% senilai Rp303,26 miliar, sementara pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp279,81 miliar.

Sementara pendapatan perseroan naik 6,5% dari Rp4,11 triliun menjadi senilai Rp4,37 triliun. Sementara untuk kuartal III tahun ini atau selama Juli sampai September, WTON mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,73 triliun atau naik 14,8% atau setara Rp1,51 triliun.

Baca Juga: Sampai Oktober 2019, Wijaya Karya Beton (WTON) kantongi kontrak Rp 5,2 triliun

"Adapun capex yang akan dialokasikan untuk anggaran kerja 2020, adalah sebesar Rp948 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas pabrik eksisting serta menambah pabrik baru," lanjut Hadian.

Dari penambahan pabrik, total kapasitas produksi precast diestimasi meningkat dari 3,7 juta ton menjadi 3,8 juta ton. Penambahan volume juga akan disokong dari pabrik Bengkinang yang mulai beroperasi Desember.

Pembangunan pabrik di Bengkinang akan menopang pembangunan proyek Tol Pekanbaru – Padang Seksi Bengkinang. Selain itu, pihaknya akan menambah pula pembangunan pabrik di Pasuruan, Balikpapan, dan Boyolali dengan sistem kerjasama kuorum dengan berbagai pihak.

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) masuk Forbes Top 10 Best of the Best Award 2019

Pembangunan pabrik di Pasuruan, akan menopang kebutuhan precast WTON sebanyak 50.000 kubik, tergantung kebutuhan.

Sebagai informasi, pembangunan satu pabrik biasanya memakan waktu 6 bulan dan menelan capex sebesar Rp300 miliar. Hal ini digunakan untuk melengkapi fasilitas pendukung pabrik, seperti listrik, konsep desain pabrik, air, gas, hingga komunikasi.

Perusahaan yang berada di bawah naungan Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini juga akan melanjutkan proyek MRT dan LRT di kota-kota besar. Adapun proyek pembangunan yang dikerjakan WTON, didominasi masih berada di Sumatera, Jawa, Bandung dan Kalimantan.

Baca Juga: Tahun 2019 Tersisa Kurang Tiga Bulan, WTON Kejar Sisa Target Rp 4 Triliun

Optimisme mencapai peningkatan kinerja pada 2020, didasari WTON dari proyeksi infrastruktur pemerintah pada 2020 sampai 2024, yang menggelontorkan dana mencapai Rp2.058 triliun. "Jika berkontribusi dan mendapat keuntungan 10% saja, nilai keuntungan masih tinggi," katanya.





Close [X]
×