kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Tata Kelola WtE Diperkuat, DPD Harap Berdampak Positif pada Ekonomi Daerah


Kamis, 19 Februari 2026 / 19:27 WIB
Tata Kelola WtE Diperkuat, DPD Harap Berdampak Positif pada Ekonomi Daerah
ILUSTRASI. waste to energy (danantara/Danantara). Pengumuman pemenang tender PSEL segera tiba. Ada potensi aliran investasi besar untuk mengatasi masalah sampah di 4 kota percontohan. Jangan sampai terlewat!


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Program strategis Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL/Waste-to-Energy) yang diamanatkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 memasuki fase krusial bisnis menjelang pengumuman pemenang tender di empat kota percontohan, Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor. 

Tahap ini menandai seleksi akhir mitra pelaksana untuk proyek yang diproyeksikan menjadi solusi darurat sampah sekaligus sumber energi alternatif di wilayah perkotaan.

Menjelang finalisasi, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) mengintensifkan komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI).

Baca Juga: Danantara Sokong Kerjasama Perminas & Perusahaan Abu Dhabi Kembangkan Mineral Kritis

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kejelasan model bisnis, tata kelola proyek, dan kesiapan ekosistem investasi sebelum kontrak diteken.

Dari sisi pasar, proses tender dikemas kompetitif dan berstandar global. DIM menyaring lebih dari 200 perusahaan teknologi ke dalam Daftar Penyedia Teknologi, lalu menetapkan 24 perusahaan internasional dari Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong sebagai peserta tender. 

Seluruh kandidat diwajibkan membentuk konsorsium dan menggandeng mitra lokal, strategi yang menempatkan transfer teknologi dan penguatan kapasitas nasional sebagai nilai tambah investasi.

Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menegaskan disiplin seleksi berbasis mitigasi risiko dan kepatuhan ESG. 

“Seleksi dilakukan ketat dan transparan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026). 

Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjaga kelayakan finansial proyek sekaligus meminimalkan risiko lingkungan dan sosial yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan arus kas jangka panjang.

Baca Juga: Danantara Indonesia Genjot 20 Proyek Hilirisasi dan 4 Investasi Strategis pada 2026

Dukungan politik turut menguatkan prospek proyek. Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menyebut investasi WtE sebagai langkah strategis yang membuka kolaborasi teknologi dan peluang ekonomi lokal. 

Ia menekankan, kewajiban kemitraan lokal bukan hanya prasyarat tender, tetapi instrumen untuk menciptakan efek berganda di daerah sekitar proyek.

Masukan dari daerah juga menyoroti faktor non-teknis yang berdampak langsung pada performa bisnis. Anggota DPD RI dari Jawa Barat, Jihan Fahira, menilai keberhasilan operasional sangat ditentukan kesiapan sosial, terutama kebiasaan pemilahan sampah dan sosialisasi dampak kesehatan. 

Sementara itu, Anggota DPD RI dari Sulawesi Tenggara, La Ode Umar Bonte, menekankan pentingnya kepatuhan pada regulasi lingkungan agar investasi tidak menimbulkan biaya eksternal di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, DIM memastikan teknologi yang diusung merupakan WtE generasi terbaru, bukan insinerator konvensional, dengan sistem penyaringan berlapis untuk menangkap residu emisi. 

Standar emisi diklaim mengacu pada rujukan World Health Organization, sehingga aspek kesehatan publik terkelola sejak awal desain proyek.

Baca Juga: Danantara Indonesia Targetkan Proyek Hilirisasi Bauksit Selesai pada 2028

Dengan pengumuman pemenang tender yang kian dekat, PSEL/WtE diposisikan sebagai fondasi bisnis jangka panjang: mengurai masalah sampah, menghadirkan energi, dan memperkuat industri nasional melalui kemitraan global–lokal. 

Danantara menegaskan komitmen membuka dialog berkelanjutan dengan pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat guna memastikan proyek berjalan bankable, patuh regulasi, dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Lowongan Kerja KKP Program LAUTRA 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Posisi

Menarik Dibaca: BI Rate Ditahan, Ada Peluang IHSG Kembali ke 9.000?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×