kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Tekstil tuding BUMN jadi biang keladi perlambatan


Rabu, 01 Juli 2015 / 16:37 WIB


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menuding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas perlambatan yang terjadi di industri tekstil.

Ernovian Ismy, Executive Secretary API mengatakan ada sejumlah BUMN yang bergerak di sektor-sektor penting yang menjadi penghambat industri tekstil. "Coba lihat PLN naikkan tarif dasar listrik, PGN naikkan harga gas, Pelindo pelabuhan macet yang meningkatkan biaya logistik, semua BUMN ada-ada saja. Harusnya BUMN tuh diam saja," ujar Ernovian di sela-sela acara pameran Gelar Sepatu, Kulit dan Fesyen 2015, di Jakarta Convention Center, Rabu (1/7).

Ia mengatakan tak hanya tekstil yang berorientasi penjualan di dalam negeri, tekstil yang berorientasi ekspor pun mengalami masa yang sulit. "Ini situasi global sedang sulit. Di dalam negeri malah dibebani berbagai hal," ujar Ernovian.

Ia mengatakan ini bukan soal ego sektoral antar kementerian. "Ya kalau tidak bisa sinergi antara industri dan BUMN, ya mending diam saja itu BUMN. Bergerak malah membebani industri," ujar Ernovian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×