Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Telkomsat melalui platform GeoTSat mengembangkan kapabilitas Earth Intelligence yang mengolah data satelit menjadi informasi geospasial untuk mendukung pemantauan dan pengambilan keputusan di berbagai sektor, seperti bencana, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), lingkungan, pertanian, pertambangan, maritim, dan perencanaan wilayah.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak hanya melihat suatu area dari atas, tetapi juga dapat memperoleh informasi mengenai di mana perubahan terjadi, seberapa luas wilayah yang terdampak, bagaimana kondisi terkini suatu area, hingga bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu.
Salah satu penerapannya adalah Karhutla GeoTSat, yang memanfaatkan data NASA FIRMS untuk memantau hotspot dan aktivitas termal, serta dilengkapi Fire AI Assistant berbasis Generative AI. Untuk analisis yang lebih detail, Telkomsat berkolaborasi dengan STAR.VISION menggunakan citra satelit beresolusi hingga 50 cm.
Baca Juga: Telkomsat Perkuat Konektivitas Maritim Lewat VSAT STAR
Penerapan di kawasan Bromo, Jawa Timur, menunjukkan bahwa citra resolusi tinggi dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi dan memperkirakan luas area terdampak pascakebakaran. Dari area sampel yang dianalisis, diperkirakan sekitar 1.325 hektare terindikasi terdampak.
Secara keseluruhan, GeoTSat memadukan data satelit, citra resolusi tinggi, analisis geospasial, dan AI untuk mengubah data pengamatan bumi menjadi informasi yang lebih cepat, detail, dan terukur.
Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, mengatakan pemanfaatan data satelit kini berkembang dari sekadar menghasilkan gambar menjadi informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
“Melalui GeoTSat, data satelit diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami, mulai dari mengidentifikasi indikasi suatu kejadian, mengetahui area terdampak, hingga memantau perubahan wilayah dari waktu ke waktu. Kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi juga terus kami lakukan untuk memperkuat kapabilitas tersebut,” ujar Anggoro dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: Telkomsat Siapkan Konektivitas Satelit LEO untuk Layanan Dukcapil di 50 Daerah
Menurut dia, pemanfaatan Earth Intelligence tidak hanya untuk pemantauan karhutla, tetapi juga dapat diterapkan di sektor pertanian, lingkungan dan kehutanan, pertambangan, infrastruktur, serta maritim. Teknologi ini memungkinkan pengguna memantau kondisi lahan, perubahan tutupan wilayah, hingga aktivitas di perairan.
Melalui GeoTSat, Telkomsat memadukan data satelit, citra resolusi tinggi, analisis geospasial, dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan informasi yang lebih cepat, detail, dan terukur bagi pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














