kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45893,43   -4,59   -0.51%
  • EMAS1.306.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Terminasi kontrak pembangkit EBT skala kecil PPA tahun 2017 tergantung PLN Regional


Minggu, 14 Juli 2019 / 19:12 WIB
Terminasi kontrak pembangkit EBT skala kecil PPA tahun 2017 tergantung PLN Regional


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek pembangkit listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang sudah meneken kontak jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) tahun 2017 masih ada yang terganjal pendanaan. Akibatnya, kontrak dari sejumlah proyek energi hijau itu terancam diakhiri atau diterminasi.

Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengakui, masih ada proyek EBT PPA 2017 yang masih terkendala dana. Sayang, Inten masih enggan untuk merinci jumlah proyek dan besaran kapasitasnya.

"Saat ini memang dominan kendala pendanaan," kata Inten saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (14/7).

Hanya saja, Inten bilang jika sebagian besarnya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) berskala kecil di bawah 10 Megawatt (MW). Oleh sebab itu, sambung Inten, proyek-proyek tersebut diproses oleh PLN regional sesuai lokasi pengembangan proyek yang bersangkutan.

"Kapasitas di bawah 10 MW dilaksanakan di unit induk dan regional. Di atas 10 MW dilaksanakan PLN Pusat," jelas Inten.

Alhasil, terminasi dari masing-masing proyek yang masih kesulitan pendanaan memiliki waktu yang berbeda. "Masing-masing regional beda-beda (masa terminasi), ada yang diberi batas Juni akhir, Juli atau September," ungkap Inten.

Kendati demikian, Direktur Aneka Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Harris optimistia, meski ada sejumlah proyek EBT yang kesulitan pendanaan bahkan diterminasi, tapi kondisi tersebut tak akan mempengaruhi target bauran energi bersih.

Berdasarkan data yang dipaparkan Harris, proyek pembangkit EBT tetap menunjukkan progres. Tanpa merinci detail proyek, Harris mengungkapkan bahwa dari total 75 proyek pembangkit EBT yang PPA selama tahun 2017-2018, sudah ada 8 proyek yang sudah beroperasi komersial atau Financial Close (FC) dengan total kapasitas 37,35 MW.

Untuk yang ada di tahap konstruksi, jumlahnya mencapai 35 proyek-proyek dengan kapasitas total 834,71 MW. Sementara untuk yang persiapan FC sebanyak 30 proyek, dengan rincian 9 proyek yang PPA efektif berjumlah 400,1 MW, dan belum PPA efektif berjumlah 21 proyek dengan kapasitas 304,72 MW.

Adapun, untuk kontrak yang sudah diterminasi berjumlah 2 proyek dengan kapasitas 4,2 MW. "Tetap ada kemajuan, dari posisi Semester I 2019 hingga Juli ini," jelas Harris.

Alhasil, Harris pun masih optimistis bauran energi pembangkit listrik dari energi bersih ini bisa terus berkembang. Apalagi, sepanjang tahun ini hingga tahun depan, diestimasikan akan ada pengadaan 157 proyek pembangkit EBT dengan kapasitas total 4.718,14 MW.

Perkiraan investasi dari proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 147,115 triliun. Proyek ini tersebar di berbagai daerah, seperti di Sumatera, Jawa bagian barat, Jawa bagian tengah, Jawa bagian timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku.

Namun, pengadaan dari proyek-proyek tersebut bergantung pada kebutuhan dan permintaan listrik, serta Kajian Kelayakan Proyek (KKP), perencanaan sistem dan pengadaan dari PLN.

Kepada Kontan.co.id, sebelumnya Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Djoko Rahardjo Abumanan mengatakan, jumlah kontrak dan pengadaan proyek pembangkit EBT yang terbilang banyak tersebut dikarenakan proses Engineering Procurement Construction (EPC) pembangkit yang di bawah 10 MW dilakukan oleh PLN di Unit Wilayah masing-masing.

Selain itu, EPC pembangkit EBT ini dilakukan baik oleh PLN maupun pengembang listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). "Ini banyak dilakukan di unit-unit, gabungan dari EPC PLN dan IPP. Misalnya di NTT, untuk EPC PLTS saja ada lebih 24 lokasi," ujar Djoko.

Menurut Sripeni Inten, yang saat ini tengah dilelang adalah proyek EBT berjenis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). "Yang saat ini dilelang adalah PLTS di Bali," ungkap Inten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×