kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.875   -60,00   -0,33%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Tiga Pperusahaan Pengolahan Perikanan Gulung Tikar


Senin, 09 Agustus 2010 / 17:03 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Tiga industri pengolahan perikanan di Indonesia sudah menutup aktivitasnya karena tidak bisa berproduksi akibat terbatasnya bahan baku udang di dalam negeri.

"Yang sudah tutup itu dua perusahaan di Jawa Timur dan satu perusahaan di Medan,” kata Thomas Darmawan, ketua Asosiasi Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) di Jakarta, Senin (9/8).

Thomas menyebutkan, problem minimnya pasokan bahan baku udang di industri pengolahan dalam negeri ini mengkhawatirkan; dus, pemerintah diharapkan segera mencari solusinya. “Jika tidak ada solusinya, akan banyak lagi industri perikanan yang gulung tikar,” ungkap Thomas.

Thomas khawatir, karena kekurangan pasokan bahan baku sehingga tidak bisa menggelindingkan bisnis ini di Indonesia, industri pengolahan perikanan akan memindahkan industrinya ke luar negeri agar lebih dekat dengan sumber produksi.

“Industri akan mencari pusat bahan baku karena di sini bahan bakunya tidak tersedia,” kata Thomas, cemas.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar berharap agar masalah produksi perikanan segera menjadi perhatian karena kalangan industri sudah melakukan investasi dan harus membayar pinjaman kredit. “Pasokan bahan baku itu harus terus ditingkatkan,” harapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×