kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Total penjualan erythropoietin (EPO) Daewoong Infion melampaui Rp 100 miliar di 2020


Senin, 01 Februari 2021 / 14:14 WIB
ILUSTRASI. Produksi Erythropoietin (EPO) di pabrik Daewoong Infion 


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

Selain itu, Daewoong Infion mendorong strategi reverse innovation dengan cara mengekspor larutan EPO kembali ke Korea, yang mana sebagai negara maju dibidang farmasi. Daewoong Infion memproduksi EPO dalam bentuk larutan dan produk jadi dan menjualnya di Indonesia, sedangkan Daewoong Pharmaceutical Korea mengimpor larutan EPO tersebut dari Indonesia ke Korea yang kemudian akan diproses untuk menghasilkan produk jadi.

Daewoong Pharmaceutical Korea mengekspor EPO dalam bentuk produk jadi ke Korea termasuk enam negara asing lainnya (Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Irak, dan Mongolia).

Chang-woo Suh mengatakan, selain memasok obat-obatan, Daewoong Infion juga telah secara aktif melakukan kerjasama penelitian produk obat biomedis baru dan uji klinis melalui kerjasama terbuka dengan UI, ITB, universitas besar lainnya, dan juga lembaga penelitian.

“Kami berencana untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan menghasilkan produk biofarmasi yang cocok untuk pasar dalam negeri, berkualitas, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selain memproduksi erythropoietin (EPO), Daewoong Infion juga berupaya menyediakan produk biofarmasi berkualitas tinggi lainnya bagi masyarakat Indonesia seperti EGF (Epidermal Growth Factor) dan obat hormon pertumbuhan (growth hormone medicine).

Sebagai pengakuan atas perusahaan, Daewoong Infion pada tahun 2017 dinobatkan sebagai 'Perusahaan Biofarmasi Terbaik' oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada November di tahun yang sama, perusahaan juga memenangkan Minister's Award dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Selanjutnya: Daewoong Pharmaceutical rencanakan pasok 80.000 test kit COVID-19 di Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×