kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Totalindo Eka Persada (TOPS) fokus menggarap dua proyek di tahun ini


Sabtu, 22 Februari 2020 / 06:00 WIB


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Totalindo Eka Persada Tbk bidik pendapatan Rp 750 miliar sepanjang tahun ini. Guna memuluskan target, perseroan anggaran dana investasi Rp 80 miliar.

Direktur Totalindo Eka Persada, Eko Wardoyo menyebutkan tahun ini pihaknya fokus menggarap dua proyek. Kedua proyek tersebut yakni Rusun Cilangkap dan Klapa Village Tower B.

Baca Juga: Totalindo Eka Persada (TOPS) catat kontrak baru Rp 309,1 miliar di awal tahun ini

Sekedar tahu, kedua proyek tersebut merupakan hasil diversifikasi usaha perseroan yang mana Totalindo tak hanya sebagai kontraktor tetapi juga sebagai pemilik hasil dari kerjasama operasi (JO). Contohnya proyek Klapa Village yang mana berdasar perjanjian kerjasama porsi PD Pembangunan Sarana Jaya sebesar 75% dan perseroan 25%.

Biaya tanah ditanggung oleh perseroan senilai Rp 14,7 miliar untuk tahap I dan Rp 15,3 miliar untuk tahap II. Biaya konstruksi ditanggung oleh perseroan sebesar 25% dari Rp 600 miliar yaitu senilai Rp 150 miliar untuk tahap I dan tahap II.

Menurutnya, dengan begitu pihaknya mampu mendapatkan pemasukan yang lebih tak hanya dari biaya konstruksi saja. "Terlebih margin dari proyek BUMD yang terbilang cukup tinggi," paparnya.

Baca Juga: Akan rights issue tahun ini, Totalindo (TOPS) tunggu keputusan pemegang saham

Lebih lanjut, Eko menyebutkan untuk proyek-proyek yang didapatkan dari BUMD margin keuntungannya bisa mencapai 15%. Sedangkan, dari proyek milik swasta memiliki margin kotor 8% hingga 10%. Oleh sebab itu, dengan melakukan KSO margin yang didapatkan bisa lebih tinggi lagi berkisar 21%-30%.

Guna melanjutkan proyek-proyek di tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) Rp 60 miliar hingga Rp 80 miliar. "Sumbernya akan berasal dari kas internal dan pinjaman dengan komposisi sekitar 25% dan 75%," lanjutnya.

Sepanjang tahun ini, emiten bersandi saham TOPS ini membidik pendapatan Rp 750 miliar dengan laba bersih Rp 60 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×