kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.514   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

Toyota ikut dukung kenaikan harga BBM, asal..


Rabu, 10 September 2014 / 11:55 WIB
ILUSTRASI. PT Communication Cable Systems Tbk (CCSI) menargetkan untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis seperti kinerja tahun lalu


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rencana pemerintah Indonesia menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Premium dan Solar mendapat dukungan dari salah satu pelaku industri otomotif domestik, Toyota. Sebagai pemasar terbesar mobil di Indonesia, Toyota menjadi salah satu pihak yang dipastikan terkena dampak kenaikkan BBM.

Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, perusahaan akan mendukung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Tapi, dengan catatan kenaikan sifatnya tidak mengagetkan pasar.

"Sebaiknya kenaikan BBM dilakukan bertahap, supaya pasar tidak langsung shock," jelas Samulo di Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2014). 

Menurut Samulo, langkah yang dilakukan PLN dalam menaikkan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) sepanjang tahun ini termasuk efektif. Meskipun jika ditotal kenaikkan cukup besar, tetapi jika dibebankan secara bertahap tidak akan menciptakan gejolak di pasar.

"Kita pelaku industri semua sudah tahu, kenaikan BBM itu memang harus dilakukan demi membantu anggaran belanja pemerintah," lanjut Samulo.

Ditanya soal seberapa besar dampak kenaikan BBM subsidi terhadap pasar otomotif nasional, Samulo mengatakan, hal itu sangat tergantung dari besaran harga yang diputuskan. Semakin besar kenaikan, maka lebih masif juga pengaruh negatifnya terhadap penjualan mobil. (Agung Kurniawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×