Reporter: Ahmad Febrian, Francisca Bertha Vistika | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren olahraga lari tak hanya berdampak pada kesehatan. Ten ini juga mendorong pergerakan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi event.
Maka, Wings Food kembali menghadirkan Isoplus Run Series 2026 di dua kota besar, yakni Jakarta pada 6 September 2026 dan Surabaya pada 4 Oktober 2026. Ajang ini menargetkan partisipasi hingga 17.000 pelari. Terdiri dari 8.000 peserta di Jakarta dan 9.000 peserta di Surabaya.
Di Jakarta, kategori yang diperlombakan meliputi 5K, 10K, dan Kids Dash. Sementara di Surabaya, kategori lebih lengkap tersedia. Mulai Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon hingga Full Marathon.
Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverages Wings Group Indonesia mengatakan, penyelenggaraan event ini menjadi bagian upaya membangun ekosistem gaya hidup aktif di masyarakat.
“Tahun ini race village kami akan bertempat di tengah kota Jakarta, sama seperti di Surabaya juga di pusat kota. Isoplus terus mendorong terciptanya ekosistem gaya hidup aktif melalui berbagai training komunitas juga melalui kampanye media sosial,” ujarnya, Selasa (14/4).
Joshua menambahkan, penyelenggaraan ISOPLUS Run Series dalam tiga tahun terakhir juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi berbagai sektor pendukung. Mulai dari perhotelan, kuliner lokal, ritel olahraga, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.
Baca Juga: Ada Ajang Lari Milo Activ Indonesia Race 2025, UMKM dan Hotel Ikut Ketiban Berkah
Untuk memastikan kualitas penyelenggaraan, Isoplus menggandeng manajemen race profesional. Race Director Isoplus Run 2026, Safrita Aryana menegaskan pentingnya standar teknis dalam menghadirkan pengalaman lari yang aman dan nyaman.
“Kami membawa standard operating procedure manajemen race profesional dalam pelaksanaan Run Series. Kami menawarkan sebuah valid running race bagi peserta dengan rute yang terkalibrasi,” jelasnya.
Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menilai ajang ini berpotensi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kota. “Event ini menjadi momentum memperkenalkan identitas dan keunggulan Kota Surabaya kepada khalayak yang lebih luas, sehingga turut memperkuat sektor pariwisata serta subsektor ekonomi kreatif,” kata dia, dalam pernyataan resmi, Kamis (16/4).
Menurut dia, ajang ini juga membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha lokal, komunitas, dan industri kreatif, serta mendorong Surabaya sebagai destinasi sport tourism.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













