kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Tripar Multivision (RAAM) Perluas Pipeline Film lewat Co-Investment dengan IRSX


Jumat, 23 Januari 2026 / 15:49 WIB
Tripar Multivision (RAAM) Perluas Pipeline Film lewat Co-Investment dengan IRSX
ILUSTRASI. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) (Dok/RAAM)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) memperkuat strategi pertumbuhan bisnisnya dengan menjalin kolaborasi strategis bersama PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX). 

Kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan investasi bersama (co-investment) dalam produksi film layar lebar.

Kolaborasi tersebut dikonfirmasi dalam konferensi pers IRSX yang dihadiri manajemen RAAM di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Melalui kemitraan ini, kedua emiten berencana melakukan co-investment pada lebih dari empat judul film yang akan dirilis melalui jaringan bioskop serta platform digital.

Manajemen RAAM menilai kerja sama ini akan memperluas peran perseroan, tidak hanya sebagai rumah produksi, tetapi juga sebagai mitra investasi aktif dalam proyek-proyek film dengan potensi komersial yang kuat.

Baca Juga: Multivision (RAAM) Genjot Produksi Sinetron dan Perluas Jaringan Platinum Cineplex

Komisaris Utama sekaligus pemilik RAAM Ram Punjabi menyatakan kolaborasi ini mempercepat strategi kami dalam memperluas portofolio konten dengan tetap menjaga disiplin komersial. 

"Kami menghadirkan pengalaman puluhan tahun dalam produksi film, sementara Folago berkontribusi melalui inovasi dalam pembiayaan dan keterlibatan audiens. Bersama-sama, kami membangun pipeline film yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Komisaris Utama sekaligus pemilik RAAM Ram Punjabi dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Dari sisi strategi keuangan, skema co-investment ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar bagi RAAM dalam mengelola alokasi modal. Dengan adanya pendanaan eksternal untuk pipeline produksi film, perseroan dapat mengalihkan lebih banyak sumber daya internal untuk ekspansi jaringan bioskop Platinum Cineplex.

Langkah tersebut sejalan dengan strategi RAAM untuk menambah layar bioskop baru, khususnya di kota-kota tier-2 dan tier-3 yang tingkat penetrasi bioskopnya masih relatif rendah.

“Dari perspektif investor, inisiatif ini memperkuat visibilitas pertumbuhan RAAM. Kami secara aktif mengalokasikan modal pada proyek-proyek dengan potensi imbal hasil yang jelas, sembari memanfaatkan kemitraan strategis untuk mengelola risiko dan meningkatkan kualitas eksekusi,” ujar Direktur Keuangan RAAM Vikas Chand Sharma.

Manajemen juga membuka peluang perluasan kerja sama di luar produksi film. Ke depan, RAAM dan IRSX akan terus menjajaki kolaborasi di sepanjang rantai nilai industri hiburan, mulai dari distribusi konten, penguatan keterlibatan audiens, hingga pengembangan jaringan bioskop.

Baca Juga: Kinerja Tripar Multivision Plus (RAAM) Masih Lesu Hingga kuartal III 2025

Ram Punjabi menambahkan, kemitraan ini dipilih karena adanya keselarasan visi jangka panjang antara kedua perusahaan.

“Saya memilih bekerja sama dengan Subioto (Direktur Utama IRSX) karena saya melihat passion yang besar dalam dirinya terhadap industri hiburan. Ia juga seorang perfeksionis seperti saya, yang selalu menuntut standar tertinggi dalam setiap hal yang dikerjakannya. Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk terus melakukan yang terbaik, yaitu menghadirkan cerita-cerita berkualitas dan berinovasi sembari berbagi risiko secara bersama-sama,” ujarnya.

Dengan model co-investment ini, RAAM berharap dapat menekan risiko pendanaan produksi film, mempercepat siklus peluncuran konten baru, serta menjaga stabilitas arus kas di tengah dinamika industri hiburan yang semakin kompetitif. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat posisi RAAM sebagai pemain terintegrasi di ekosistem industri film nasional, dari produksi konten hingga distribusi layar bioskop.

Selanjutnya: Musim Dingin Dongkrak Harga Gas Alam, Batubara Masih Bergerak Terbatas

Menarik Dibaca: Eka Hospital MT Haryono, Pilihan Baru Layanan Kesehatan dengan Teknologi Robot

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×