kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Tutup Sea World, Ancol mengaku hanya rugi 2% saja


Kamis, 16 Oktober 2014 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol menutup kegiatan operasional tempat rekreasi air Sea World karena ada sengketa kerja sama. Ancol mengklaim, penutupan ini hanya berdampak kerugian kecil bagi pendapatan mereka. 

"Secara material kecil sekali, relatif kecil (kerugiannya)," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Gatot Setyowaluyo, dalam jumpa pers di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (16/10/2014). 

Gatot menyebutkan nilai kerugian itu sekitar 2% dari total pendapatan Ancol per tahun. Tahun lalu, sebut dia, pendapatan Ancol adalah Rp 1,3 triliun. "Dan (rugi) itu enggak akan berlarut, (hanya) dalam beberapa saat," imbuh dia.

Menurut Gatot, kontrak kerja sama selama 20 tahun dengan Sea World telah berakhir pada 20 September 2014. Pada 27 September 2014, Ancol memblokade Sea World, dan hanya mengizinkan masuk karyawan wahana wisata itu saja untuk merawat biota laut yang ada.(Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×