kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Tutup Sea World, Ancol mengaku hanya rugi 2% saja


Kamis, 16 Oktober 2014 / 15:29 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol menutup kegiatan operasional tempat rekreasi air Sea World karena ada sengketa kerja sama. Ancol mengklaim, penutupan ini hanya berdampak kerugian kecil bagi pendapatan mereka. 

"Secara material kecil sekali, relatif kecil (kerugiannya)," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Gatot Setyowaluyo, dalam jumpa pers di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (16/10/2014). 

Gatot menyebutkan nilai kerugian itu sekitar 2% dari total pendapatan Ancol per tahun. Tahun lalu, sebut dia, pendapatan Ancol adalah Rp 1,3 triliun. "Dan (rugi) itu enggak akan berlarut, (hanya) dalam beberapa saat," imbuh dia.

Menurut Gatot, kontrak kerja sama selama 20 tahun dengan Sea World telah berakhir pada 20 September 2014. Pada 27 September 2014, Ancol memblokade Sea World, dan hanya mengizinkan masuk karyawan wahana wisata itu saja untuk merawat biota laut yang ada.(Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×