kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Usai beli 20% saham Vale (INCO), Mind Id masih gencar ekspansi dan garap proyek hilir


Kamis, 08 Oktober 2020 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Mind Id telah menuntaskan transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Menurut Orias, partisipasi Mind Id di perusahaan tambang kelas dunia, seperti PTVI (Brasil/Kanada/Jepang) dan PT Freeport Indonesia (Amerika Serikat), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional.

“Kerjasama Mind Id dan PT Vale Indonesia akan menjadi sinergi yang saling menguntungkan dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan. Ini juga menjadi bukti kepercayaan perusahaan-perusahaan kelas dunia terhadap Mind Id,” ujar Orias lewat keterangan tertulis yang disampaikan kepada Kontan.co.id, Kamis (8/10).

Orias menyebut, dalam pelaksanaan transaksi ini, Mind Id dibantu berbagai pihak pemangku kepentingan dan sejumlah konsultan diantaranya BNP Paribas, Shearman & Sterling dan Melli Darsa & Co., EY Indonesia, AMC Consultants dan Ruky, Safrudin & Rekan.

Dia melanjutkan, partisipasi Mind Id di INCO menjadi langkah strategis agar Indonesia dapat mengambil posisi yang kuat untuk mengamankan pasokan bahan baku industri hilir berbasis nikel. Komoditi ini adalah salah satu sumber daya strategis dan penting bagi dunia dimana nikel telah menjadi bahan baku utama baterai untuk kendaraan listrik dan juga untuk infrastruktur penyimpan listrik.

Selanjutnya: Begini kepemilikan saham di Vale Indonesia (INCO) usai MIND ID kuasai 20% saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×