kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.975   51,00   0,28%
  • IDX 6.192   -49,51   -0,79%
  • KOMPAS100 807   -6,14   -0,75%
  • LQ45 616   -4,79   -0,77%
  • ISSI 214   -1,58   -0,73%
  • IDX30 341   -3,03   -0,88%
  • IDXHIDIV20 427   -2,20   -0,51%
  • IDX80 92   -0,76   -0,82%
  • IDXV30 116   -0,28   -0,24%
  • IDXQ30 110   -0,65   -0,59%

Usulan Jokowi hapus BBM subsidi bisa bermasalah


Rabu, 18 Desember 2013 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Ada 3 menu terbaru edisi Merah Putih dari Pizza Hut spesial Kemerdekaan Indonesia (Instagram/PHD_id)


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Pertamina (persero) menilai ide Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghilangkan BBM bersubsidi sangat bagus. Namun, dalam pelaksanaannya akan menimbulkan masalah di ibukota.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menjelaskan keputusan Jokowi hanya membela satu sektoral saja. Selain itu Hanung mengungkapkan urusan BBM bersubsidi isu nasional yang harus dipikirkan matang.

"Sebaiknya keputusannya (Jokowi) bersifat komprehensif tidak sektoral karena akan timbul masalah di tempat lain," ujar Hanung, di kantor Kementerian Pertahanan, Rabu (18/12/2013).

Hanung menjelaskan Pertamina pernah mengusulkan pengurangan penjualan BBM bersubsidi. Dalam pelaksanaan tahap awal, bagaimana mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.

"Salah satu yang kita usulkan itu adalah, tahap pertama misalkan radius 2 km dari monas itu tidak ada SPBU yang menjual BBM bersubsidi," ungkap Hanung.

Selain itu Pertamina mengusulkan agar angkutan umum tetap mendapatkan BBM bersubsidi. Dalam pelaksanaannya ada beberapa SPBU yang khusus melayani angkutan umum karena mereka mendapatkan subsidi.

"Kalau ini bisa dilakukan kita ujicoba di Jakarta, kita lihat apa-apa saja yang perlu dipersiapkan," papar Hanung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×