kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Utomo SolaRUV Join Ikut Kebangkan Industri Panel Surya dan Baterai


Minggu, 19 Maret 2023 / 08:28 WIB
Utomo SolaRUV Join Ikut Kebangkan Industri Panel Surya dan Baterai
ILUSTRASI. Utomo SolaRUV gandeng mitra untuk wujudkan rantai pasok panel surya


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Jane Aprilyani

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pengembangan industri energi terbarukan semakin gencar dilakukan di Indonesia. 

PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia, yang merupakan bagian dari Utomo SolaRUV, telah melakukan penandatanganan MoU kerjasama dengan pengembang nasional yang tergabung dalam Konsorsium Inspira, yaitu PT Adaro Power Dharma Djojonegoro, Medco Power Eka Satria, dan Energi Baru TBS Dimas Adi Wibowo, untuk mengembangkan industri panel surya atau Solar PV (Photovoltaik) dan Sistem Penyimpanan Energi Baterai (SPEB).

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas industri Indonesia dalam menyongsong inisiatif kedua belah negara untuk peningkatan perdagangan listrik lintas batas kedua negara. 

Managing Director Utomo SolaRUV, Anthony Utomo, mengatakan bahwa Utomo SolaRUV telah teruji selama 47 tahun sebagai industrialis di industri atap nasional. 

Perusahaan siap mendukung kerjasama dengan produsen kelas dunia seperti Longi Solar dan Sungrow Power Supply Co. Ltd dalam mengembangkan infrastruktur dan industri Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Perdana Menteri Singapura untuk pengembangan EBT di kegiatan tahunan Leader's Retreat di Singapura. 

Kerja sama ini mencakup investasi pengembangan industri dan kapabilitas manufaktur EBT di Indonesia dari hulu ke hilir, serta perdagangan listrik lintas batas antara kedua negara.

Ketertarikan Singapura terhadap ekspor EBT Indonesia ini juga menjadi pendorong untuk mempercepat industrialisasi panel surya nasional. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pengembangan industri panel surya harus dilakukan di dalam negeri. Hal ini juga diapresiasi oleh Asosiasi Produsen Listrik Swasta Nasional (APLSI) dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI).

Kehadiran industri PLTS yang kokoh akan mendukung keamanan pasokan energi Indonesia. Pengembangan industri PLTS terintegrasi dari hulu ke hilir sangat diperlukan untuk memenuhi lonjakan permintaan sel dan modul surya berkualitas tinggi untuk proyek-proyek PLTS dan mencapai target net-zero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×