kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Wah, potensi ekspor produk kehutanan ke Uni Eropa capai US$ 152 miliar per tahun


Minggu, 28 Juni 2020 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. furnitur hasil hutan


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menilai, di tengah situasi pandemi saat ini penting untuk menggali potensi pasar Eropa yang bernilai US$ 152 miliar per tahun. 

Indroyono Soesilo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), yang juga Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) menjelaskan penting bagi pelaku usaha di Indonesia untuk dapat mengetahui ceruk pasar global supaya penetrasi strategi ekspor bisa lebih efektif dan fokus. 

Dia bilang, Uni Eropa merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-4 untuk produk hasil hutan, setelah China, Jepang dan Amerika Serikat.  Pada 2019, ekspor hasil hutan Indonesia ke Uni Eropa telah menghasilkan devisa lebih dari US$ 1 milliar.

Baca Juga: Referendum penolakan produk kelapa sawit RI masuk ke Mahkamah Konstitusi Swiss

"Produk hasil hutan Indonesia dikenal di Eropa sebagai produk yang  berkualitas tinggi dengan daya saing karena dilengkapi sertifikat SVLK/FLEGT yang mempermudah proses rekognisi legalitas dan keberlanjutan oleh konsumen," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (26/6). 

Lebih jelas, Indroyono memaparkan produk Indonesia saat ini tampil dengan urutan ekspor terbesar ke Uni Eropa mulai dari furniture, pulp/kertas, panel, woodworking dan barang kerajinan. 




TERBARU

[X]
×