kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Kementan Pacu Hilirisasi Perkebunan agar Indonesia Kuasai Pasar Global


Selasa, 07 Juli 2026 / 20:20 WIB
Kementan Pacu Hilirisasi Perkebunan agar Indonesia Kuasai Pasar Global
ILUSTRASI. Pohon kelapa genjah (Kementan/Dok )


Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berupaya mengembalikan daya saing sektor perkebunan nasional melalui peningkatan kualitas produksi, perbaikan tata kelola rantai pasok, dan penguatan hilirisasi agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi mampu mengambil peran lebih besar dalam perdagangan global.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil mengatakan penguatan daya saing seluruh komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, kelapa, hingga tembakau, menjadi kunci untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperbesar nilai tambah di dalam negeri.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari peningkatan mutu produk, pelatihan ekspor, penyediaan informasi pasar, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di pasar internasional.

Baca Juga: China Serap 28 Ton Lidi Sawit Indonesia, BPDP Bidik Nilai Tambah Sawit

"Kita harus mulai menjadi pelaku utama dalam rantai perdagangan global. Pemerintah siap memberikan pendampingan, mulai dari peningkatan kualitas produk, pelatihan ekspor, market intelligence, hingga membantu mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di luar negeri," ujar Ali dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kondisi Sosial Ekonomi Perkebunan dan Hilirisasi Perkebunan Rakyat.

Ali mengakui, daya saing komoditas perkebunan Indonesia masih menghadapi tantangan, antara lain penolakan ekspor akibat persoalan penanganan pascapanen dan kontaminasi zat tertentu.

Karena itu, pemerintah mendorong pembenahan sistem penyimpanan, pengemasan, distribusi, serta tata kelola rantai pasok secara terintegrasi agar kualitas produk memenuhi standar pasar internasional.

Kalangan pelaku usaha dan petani menilai upaya tersebut perlu diiringi dengan kebijakan yang konsisten dalam menjaga keberlanjutan seluruh komoditas perkebunan strategis.

Selain peningkatan produktivitas, petani membutuhkan akses yang lebih luas terhadap informasi pasar, perkembangan harga, inovasi teknologi, serta teknik budidaya yang lebih efisien agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

Baca Juga: Harga Sawit Sempat Tertekan, PTPN IV PalmCo Jaga Serapan TBS Petani

Di sisi lain, percepatan hilirisasi dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah ekspor. Indonesia memiliki keunggulan pada berbagai komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, cengkih, hingga tembakau, yang berpotensi menghasilkan produk olahan bernilai tinggi dibandingkan hanya mengekspor bahan mentah.

Khusus sektor pertembakauan, petani berharap arah kebijakan pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan usaha tani.

Tembakau dinilai memiliki nilai ekonomi yang besar karena menjadi sumber penghidupan masyarakat di berbagai daerah sentra produksi sekaligus menopang industri pengolahan dalam negeri yang sebagian besar menggunakan bahan baku lokal.

Kontribusi sektor ini terhadap devisa juga masih menunjukkan tren positif. Nilai ekspor produk hasil tembakau pada 2024 mencapai US$1,7 miliar atau meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menunjukkan industri hasil tembakau masih memiliki prospek sebagai penyumbang ekspor nasional apabila didukung regulasi yang kondusif, peningkatan daya saing, dan pelibatan petani dalam penyusunan kebijakan.

Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/7850951/dirjen-kementan-sebut-ri-masih-menghadapi-sejumlah-tantangan-dalam-perdagangan-komoditas-perkebunan?page=all&s=paging_new

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×