kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wika Realty siapkan investasi Rp 4,5 triliun bangun proyek Jakarta River City


Minggu, 25 Februari 2018 / 17:25 WIB
Wika Realty siapkan investasi Rp 4,5 triliun bangun proyek Jakarta River City
ILUSTRASI. Pendanaan proyek Jakarta River City

Berita Terkait

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wika Realty segera membangun proyek mixed use atau kawasan terpadu bertajuk Jakarta River City di bilangan MT Haryono, Jakarta Timur. Pengembangan proyek yang akan meliputi apartemen, perkantoran dan ritel tersebut akan menelan investasi sekitar Rp 4,5 triliun.

Kepastian ini disampaikan management Wika Karya setelah salah satu mitra strategis perusahaan dalam mengembangkan proyek yang akan terintegrasi dengan stasiun light rail transit (LRT) tersebut yaitu PT Naratama Sukma Angkasa mendapatkan pinjaman US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun dari dari AAE System Inc – AAE System LTD.


AAE System Inc merupakan perusahaan investasi asal California, Amerika Serikat yang telah menyalurkan bantuan pendanaan di lebih dari 21 negara, termasuk Indonesia. Penandatanganan perjanjian kredit antara Naratama Sukma dan AAE System Inc dilakukan pada 23 Februari 2018 lalu.

Direktur Utama Wika Realty, Agung Salladin mengatakan, dengan pinjaman kredit yang didapat mitra strategis perusahaan tersebut maka pengembangan Jakarta River City akan mulai dilakukan tahun ini. " Total investasi proyek itu sekitar Rp 4,5 triliun. Pendanaan dari pinjaman kredit tersebut sudah cukup saat ini karena ini adalah proyek strata dan pembangunannya dilakukan secara bertahap," jelas Agung pada Kontan.co.id, Minggu (25/2).

Jakarta River City merupakan proyek mixed use yang akan dikembangkan di atas lahan seluas 6 hektare (ha) yang akan terdiri dari satu gedung perkantoran low rise strata title, 8 tower apartemen strata title, serta dilengkapi dengan area komersial. "Modal untuk bangun bisa dipakai dari uang muka penjualan, kas internal dan pinjaman," imbuh Agung.

Agung bilang, kerjasama antara Naratama Sukma dan AAE System Inc merupakan satu langkah awal yang baik bagi Wika Realty. Dia berharap, kerja sama serupa akan berlanjut untuk proyek-proyek yang lain. Sejak awal, Wika Realty memang mengusung sistem open investment untuk beberapa proyek yang mereka kembangkan.

Business Development AAE System, Amir Qoyyum bilang, pihaknya sebelumnya telah bekerja sama untuk pembiayaan dalam bidang energi. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki ekonomi cukup baik.

Agung menambahkan, saat ini proyek Jakarta River City masih dalam proses pematangan konsep dan pengurusan perizinan. Wika Realty menargetkan pembangunan proyek ini akan dilakukan mulai akhir tahun.

Direktur Utama PT Jakarta River City, Rizkan Firman menjelaskan, tahap awal, pihaknya akan mengembangkan perkantoran. Pemasarannya ditargetkan akan diluncurkan pada kuartal III 2018. "Pemasaran perkantoran direncanakan akan dimulai pada kuartal III 2018. Apartemen baru dipasarkan mulai kuartal I 2019 tapi NUP sudah akan dibuka pada akhir 2018," jelas Rizkan.

Gedung perkantoran akan dikembangkan di lahan seluas 5.000 m2 dengan tinggi tujuh lantai. Dua lantai pertama merupakan area komersial. Perkantoran akan ditawarkan dengan harga mulai Rp 36 juta per m2.

Sementara apartemen akan dibangun sebanyak 13.000 unit yang akan dilego dengan harga mulai Rp 28 juta per m2. Area komersial akan dikembangkan seluas 7.000 m2 dengan mengusung konsep alfresco dining dan fasilitas cinema.

Agung menambahkan, pihaknya akan terlebih dulu memasarkan proyek perkatoran lantaran pihaknya sudah mendapatkan pasar. "Kantor ini letaknya ada di depan dan kami sudah ada captive market sehingga diputuskan untuk dirilis lebih dulu," jelas Agung.

Jakarta River City tidak hanya terintegrasi dengan stasiun LRT Cawang, tapi juga akan terintegrasi dengan infrastruktur transportasi lain seperti Transjakarta dan pintu tol. Pengembangan proyek ini akan dirancang oleh konsultan Arsitektur Aedas Singapore.

Sebagai tambahan, tahun ini Wika Realty menargetkan marketing sales Rp 4,5 triliun. Ini meningkat 76% dari pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp 2,5 triliun. Sementara pendapatan dibidik Rp 2,9 triliun tahun 2018 atau tumbuh lebih dari 87% dibanding periode sebelumnya. Untuk mendukung kinerja tersebut, perusahaan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5 triliun.




TERBARU

Close [X]
×