kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Wow, 350.000 tusuk sate ayam ludes di WES 2010


Selasa, 02 November 2010 / 12:17 WIB
ILUSTRASI. Konsumsi masyarakat kembali normal


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Makanan Indonesia sepertinya cukup digemari oleh masyarakat mancanegara. Buktinya, selama perhelatan Eorld Expo Shanghai 2010 yang belangsung sejak Mei hingga Oktober 2010 lalu, penjualan makanan Indonesia di Paviliun Indonesia mencapai US$ 2,7 juta.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menjelaskan, selama perhelatan World Expo Shanghai, Paviliun Indonesia menjual makanan yang menjadi ciri khas Indonesia seperti nasi goreng, mie goreng dan sate ayam.

"Untuk penjualan nasi goreng tercatat sebanyak 30.000 porsi, mie goreng sebanyak 46.000 porsi dan nasi campur sebanyak 40.000 porsi," katanya di Jakarta, Senin (1/11). Sedangkan untuk menu sate ayam, tercatat penjualannya mencapai 350.000 tusuk.

Penjualan makanan Indonesia di Eorld Expo yang lumayan besar ini juga didukung oleh banyaknya pengunjung yang datang ke paviliun Indonesia. Hingga penutupan pameran, tercatat sebanyak 8.150.230 orang pengunjung yang mengunjungi Paviliun Indonesia, atau sebanyak 11,15% dari total pengunjung Eorld Expo 2010 yang sebanyak 73.084.400 orang.

"Jika dihitung dari target awal pengunjung paviliun Indonesia yang sebesar 3 juta orang, maka jumlah pengunjung ini sudah melampaui 2705 dar target," ujar Mahendra.

Asal tahu saja, selain dikunjungi oleh banyak pengunjung, dari perhelatan world expo 2010 ini, Indonesia berhasil meneken 27 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan berbagai negara. Nota kesepahaman yang ditandatangani ini adalah nota kesepahaman kerjasama investasi dan perdagangan di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, perkapalan, infrastruktur, dan pertambangan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×