kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Wow! puluhan perusahaan mendapat izin mengimpor sapi


Rabu, 18 Januari 2012 / 19:41 WIB
ILUSTRASI. Lidah putih bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)


Reporter: Rika Panda | Editor: Asnil Amri

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menerbitkan izin impor 60.000 ekor sapi bakalan atau setara 10.800 ton daging untuk kebutuhan daging semester I 2012. Izin impor sapi bakalan itu baru 30% dari total kuota impor tahun ini sebanyak 283.000 ekor.

Syukur Iwantoro, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan mengatakan, izin impor sapi bakalan tersebut telah diberikan kepada 23 perusahaan dari 51 perusahaan yang terdaftar sebagai importir.

Pemberian izin mengacu Peraturan Menteri Pertanian 50/2011, yang mensyaratkan importir harus memiliki kinerja sebagai Instalasi Karantina Hewan Sementara (IKHS). "Kementan mengeluarkan surat rekomendasi teknis pemasukan (SRP) impor sapi, kemudian Kementerian Perdagangan mengeluarkan Surat Persetujuan Pemasukan (SPP)," kata Syukur di Jakarta (18/1).

Selain izin impor sapi bakalan, Kementan juga telah menerbitkan izin impor daging sapi beku sebanyak 20.400 ton, atau 60% dari kuota impor sebesar 34.000 ton.

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah mengeluarkan kuota impor daging dan sapi bakalan sebesar 85.000 ton. Angka ini berasal dari impor daging beku 34.000 ton dan impor sapi bakalan sebanyak 283.000 ekor atau setara dengan 51.000 ton daging.

"Izin impor daging yang sudah dikeluarkan berjumlah 31.200 ton (gabungan daging beku dan sapi bakalan)," kata Syukur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×