kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

XL minta kejelasan persaingan bisnis BTS


Senin, 11 November 2013 / 17:08 WIB
Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Palembangdi Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/6/2022). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT XL Axiata Tbk harus mencopot sebanyak 70 unit BTS (base transceiver station) atau stasiun pemancarnya di sejumlah daerah terpencil karena tidak mampu bersaing dengan operator lain yang lebih besar.

CEO XL Axiata, Hasnul Suhaimi menyayangkan hal itu, karena akibat dari masalah tersebut pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar. Padahal di sejumlah tempat terpencil tersebut, XL menjadi perintis hadirnya telekomunikasi. Tetapi akibat kalah bersaing maka operator telekomunikasi tersebut menyingkir.

"Butuh kejelasan dalam persaingan, masalahnya kalau misalnya kita duluan di sana, terus datang pesaing dengan membawa jaringan lebih besar, maka kita akan kalah. Namun, kalau ada aturan-aturan yang jelas kita masih bisa bertahan," kata Hasnul di Jakarta, Senin (11/11).

Dia melanjutkan, sebenarnya operasi telekomunikasi di daerah terpencil lebih banyak menjadi pengabdian kepada masyarakat, karena memberikan layanan telekomunikasi. Karenanya, pemerintah sebaiknya memberikan keringanan-keringanan agar hitung-hitungannya jelas. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×